ADdiction

Social Media Week Jakarta 2016 Yang Tereksekusi Lebih Matang

Poster SMW Jakarta 2015 di Pacific Place | Michael Erlangga

PosterSMW Jakarta 2015 di Pacific Place | Michael Erlangga

Social Media Week (SMW) Jakarta telah digelar tahun ini (23-26 Februari 2016). Berangkat dari semangat pemanfaatan teknologi untuk hal positif yang sama seperti tahun lalu, tahun ini penyelenggaraannya dianggap lebih matang. Chairman SMW Jakarta Antonny Liem turut memberikan pandangannya kepada kami tentang acara ini dan beberapa pencapaian yang tercatat selama acara berlangsung.

Mengambil tempat di The Hall, lantai 8 Senayan City, tema yang diusung tahun ini adalah “The Invisible Hand: Hidden Forces of Technology”, yang mengangkat isu bagaimana perkembangan digital dan teknologi diam-diam merubah tatanan sosial dan banyak aspek kehidupan. Perubahan ini harus disikapi dengan tepat agar menjadi kekuatan perubahan ke arah yang lebih baik, bahkan agar kekuatan besar ini dapat membuka peluang membangun kualitas hidup.

“SMW fokusnya masih sama, teknologi, media sosial, dan digital. Bedanya dengan tahun lalu [saat pertama kali dihelat], kala itu kami belum tahu bentuknya seperti apa akan diselenggarakan. Kami hanya menjalani template dari SMW di New York dan kota lain. Namun kali ini SMW tahun kedua diselenggarakan dengan persiapan yang lebih baik,” ucap Antonny mengakui.

Lebih lanjut, Antonny mengungkapkan bahwa ajang temu komunitas mampu membawa audiens yang lebih besar. Ia juga mempelajari bahwa sesi konferensi membutuhkan kursi yang lebih banyak dibandingkan tahun lalu, dan kualitas pembicara juga harus yang memiliki pemahaman mendalam. Pencapaiannya tahun ini ialah berhasil mendatangkan tidak hanya jumlah pengunjung yang datang, tetapi juga keberagaman ketertarikan dari mereka. Sesi konferensi yang selalu penuh hingga hari kedua juga dianggap Antonny sebagai sebuah hasil positif.

“Speaker harus lebih dari sekedar dari global brand, mengurangi kuantitas diskusi panel, namun lebih ke kualitas konten yang disampaikan. Infrastructure-wise juga kami menyempurnakannya hingga semua dapat berkumpul dalam satu titik saja [tidak seperti tahun lalu yang terpisah-pisah],” katanya.

Beberapa pembicara seperti Triawan Munaf (Kepala Badan Ekonomi Kreatif), Scott Levy (NBA South East Asia Managing Director), Paul Webster (Brand Development Lead Instagram), Roy Simangunsong (Country Head Twitter Indonesia), Aeran Ismail (LinkedIn Enterprise and Corporate Evangelist Southeast Asia), Keenan Pearce (Influencer of The Year, Influence Asia 2015) dan Andien (Penyanyi, Senayan City Style Makers Award 2013), turut mewarnai SMW Jakarta tahun ini.

Serangkaian sesi konferensi dan community meetup terlihat memiliki satu gagasan yang beririsan, yakni pemanfaatan data dari dan untuk komunitas sebuah brand sebagai skema mengakuisisi audiens baru yang belum terjamah. [Untuk keseluruhan rangkaian acara dapat dilihat di laman resmi SMW Jakarta.]

“Komposisi tentang pembicaranya, latar belakangnya, dan kontennya merupakan perhatian kami. Susunan program acaranya juga penting, karena nanti orang akan kehilangan ketertarikan. Ini yang juga menjadi tantangan tahun depan jika SMW akan kembali diselenggarakan,” ujarnya.

Michael Erlangga adalah jurnalis pengamat dunia teknologi, digital, dan mobile

About author

Related Articles