ADdiction

Selama Pandemi, Pendapatan Iklan Spotify Menurun Tapi Tetap Untung

Addiction. id-Jakarta. Spotify, layanan streaming musik, mengatakan bahwa  perusahaannya telah melalui kuartal pertama. Pelanggan layanan ini telah meningkat hingga 130 juta pelanggan berbayar, dan total pengguna aktif 286 juta pengguna bulanan aktif, hingga akhir Maret, dikutip dari thehollywoodreporter, Rabu (29/4).

Padahal Spotify memangkas dana tahunan untuk iklannya karena pandemi virus Corona (SARS-CoV-2) dan nilai tukar mata uang.

Spotify mengatakan pelanggan berbayar pada kuartal terakhir ini melebihi harapannya. Layanan ini memprediksi  kuartal keempat 2020 nanti akan terjadi net add quarter tertinggi yang pernah ada. Sebagaimana mereka melihat pada 2019, dengan 124 juta pelanggan berbayar dan 271 juta total pengguna bulanan aktif.

Perihal pandemi dan dampaknya, pihak perusahaan mengatakan, “Meskipun ada ketidakpastian global selama COVID-19 pada kuartal pertama, bisnis kami memenuhi atau melampaui perkiraan kami di semua metrik utama. Untuk kuartal kedua dan selanjutnya di tahun ini, kami tidak akan mengubah prospek. Kecuali, pendapatan kami terdampak karena iklan dan nilai tukar mata uang.”

Ia menambahkan, “Bisnis kami tetap sangat sehat dengan lebih dari €1,8 miliar (hampir 2 miliar) dalam likuiditas.  Kami pun mengharapkan laba lebih di tahun ini. Secara keseluruhan, kendati ada sejumlah perubahan dalam pola pelanggan, kami didorong untuk terus optimis menumbuhkan bisnis.”

“Sejak akhir Februari, kami melihat beberapa dampak pada bisnis kami. Sementara pengguna rata-rata bulanan dan pelanggan tetap sejalan dengan perkiraan kami dan tetap stabil. Di pasar yang terpukul keras seperti Italia dan Spanyol, kami melihat penurunan yang signifikan pada pengguna aktif harian dan konsumsi. Namun, dalam beberapa minggu terakhir, kami telah melihat pelanggan mulai kembali, dan di banyak pasar, konsumsi telah pulih secara berarti. Dalam lingkungan ini, kami melihat evolusi hubungan Spotify dengan konsumennya,” jelasnya.

CEO Spotify Daniel Ek, mengatakan keuntungan melesat ke €1 juta ($1,09 juta) dari kerugian setahun lalu sebesar € 142 juta pada kuartal pertama.

Kerugian operasinya sebesar $ 18,5 juta (17,0 juta euro), dibandingkan dengan kerugian operasional sebesar €47 juta pada periode tahun lalu. Pendapatan kuartalan hampir €1,85 miliar ($ 2,00 miliar) tumbuh 22%. Biaya operasional dalam periode terakhir melonjak 16% menjadi €489 juta ($531 juta).

Perhitungan itu mengalahkan estimasi Wall Street. Sementara, pendapatan sedikiti di bawah ekspektasi lantaran pendapatan iklan, yang meningkat pada kuartal terakhir, turun 32%.

Untuk sepanjang tahun 2020, Spotify terus memperkirakan total pengguna rata-rata bulanan 328 juta–348 juta dan 143 juta–153 juta pelanggan berbayar. Ini menurunkan estimasi pendapatan setahun penuh menjadi €7,65 miliar–€8,05 miliar dari € 8,08 miliar–€8,48 miliar.

“Pandangan umum kami adalah bahwa investor tidak siap untuk menghadapi estimasi negatif, karena Spotify pun belum siap dengan narasi COVID,” tulis analis Evercore ISI Kevin Rippey  dalam laporan pratinjau pendapatannya.

“Pemeriksaan data menunjukkan bahwa imbauan untuk tetap di rumah menyebabkan berkurangnya pengguna aktif. Lantaran, konsumen punya lebih banyak pilihan hiburan saat tidak bepergian; kebutuhan yang lebih rendah terhadap layanan dengan situasi konsumen yang menghambat pertumbuhan pengguna/pelanggan; dan suatu kemunduran besar dalam iklan brand besar akan menghambat pendapatan iklan Spotify, ” sambungnya. (LH)

About author

Related Articles