ADdiction

Sebagian Konsumen Berbagi Data Demi Dapatkan Iklan yang Lebih Relevan

Addiction.id-Jakarta. Nyaris setengah konsumen mengakui pentingnya relevansi iklan. Sebanyak 49% konsumen di Singapura dan 50% konsumen di Indonesia menerima sejumlah bentuk penargetan iklan kontekstual (contextual targeting), yaitu iklan digital yang relevan dengan konten situs web yang dikunjungi dan/atau konten yang sedang dikonsumsi mereka.

Angka itu didapat dari hasi survei yang dilakukan Integral Ad Science (IAS) terhadap lebih dari 1.000 konsumen di kedua negara tersebut, tentang pengumpulan data, privasi data, dan penargetan iklan (targeted advertising) di internet, dikutip dari IndoTelko pada Selasa (02/06).

Survei ini ditujukan untuk memahami lebih jauh bagaimana konsumen memandang privasi data dan praktik periklanan digital, di tengah perkembangan regulasi tentang privasi data.

Diketahui, kebanyakan konsumen di Singapura bersedia membagi data pribadinya dengan sejumlah situs web/aplikasi yang menawarkan layanan belanja di internet (53%) dan media sosial (50%) agar mereka memperoleh iklan yang lebih relevan dan personal.

Sementara itu,  ada 65% konsumen di Indonesia yang bersedia membagikan informasi pribadinya dengan tujuan yang sama. Namun, 57% konsumen lainnya lebih menginginkan surel/layanan pesan yang lebih terarah.

Selain perihal penargetan iklan tadi,  sebanyak 49% konsumen di Indonesia bertanggung jawab dalam menjaga informasi privasinya dan membatasi pengisian data di internet. Sementara, di Singapura terdapat 56% konsumen di kategori yang sama.

Sebagian besar dari mereka membersihkan histori webnya, dengan 68% konsumen di Singapura dan 62% di Indonesia.

Delapan dari 10 konsumen di Singapura dan Indonesia menyadari datanya dikumpulkan dan dibagikan oleh situs web dan aplikasi untuk keperluan iklan.

Konsumen bahkan sangat mencermati isu privasi. Disebut 71% konsumen di Singapura dan 93% konsumen di Indonesia mengetahui sejumlah regulasi tentang privasi data, yang mengatur pengumpulan dan penggunaan informasi pribadinya.

“Metode-metode biasa yang dipakai untuk menjangkau konsumen dapat dibatasi oleh aturan privasi data yang baru dan berubahnya preferensi konsumen. Namun, periklanan strategis tak berakhir di situ. Konteks itu penting,” jelas Managing Director IAS SEA Laura Quigley.

“Penargetan iklan berbasiskan konteks ialah solusi inovatif untuk kondisi pasar saat ini, dan hal tersebut lebih disukai konsumen. Pengiklan memiliki peluang nyata untuk membuat dampak positif tanpa mengorbankan metode yang tepat sasaran,” pungkasnya.

(LH)

About author

Related Articles