ADdiction

Ruby Sudoyo : Brand Bisa Pengaruhi Kebudayaan

Addiction.id – Jakarta. Ketertarikan Ruby Sudoyo pada masyarakat dan budaya, mendorong dirinya menjadi perencana strategis suatu perusahaan, Toaster. Ia berpendapat bahwa brand tidak hanya berpartisipasi dalam budaya, namun mempengaruhi kebudayaannya juga.

Hal itu diungkapkan Ruby di Master Class yang digelar Citra Pariwara, di The Groove Epiwalk, Jakarta, Rabu (27/11/19). Pada pembuka Ruby menekankan pentingnya menjawab tiga pertanyaan.

“Bisnis apa yang kita geluti? Perihal perubahan.  Apa yang bisa kita lakukan? Menyelesaikan masalah. Hal penting apa untuk menjalankannya? Menjalankan bisnis,” jelas wanita lulusan 1999 dari Jurusan Komunikasi Pasaran Terpadu University of Colorado Boulder ini, saat berbicara perihal brand.

Ketiga hal itu bisa dijawab dengan mudah apabila tidak menihilkan kebudayaan yang ada di masyarakat. Ia menjadikan cultural insight sebagai kacamata dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, di samping demi keberhasilan atau kesuksesan brand sendiri.

“Cultural insight penting karena berpengaruh pada bagaimana kita bekerja,” kata Ruby.

Mengutip Nancy Duarte dalam bukunya Datastory, ia mengatakan, bahwa hal yang dipedulikan CEO dan jajarannya adalah: money, market, and retention. Di sisi lain, menupayakan seminimnya, expense, time to marker, and risk.

Selain itu, ia melanjutkan, bahwa aktor terpenting dalam roda industri tadi dan periklanannya adalah konsumen. Sebab, keberadaan konsumenlah yang banyak memberikan insight. Sehingga insight itu yang menentukan bagaimana industri bertindak.

Ruby menyadari bahwa insight merupakan suatu kebenaran yang justru nyaris tak diketahui, kendati keberadaannya merupakan hal dasar. 

“Insight  is an unrecognized fundamental human truth,” tekannya. Melalui insight, lanjut ia, periklanan dan industri dapat menggiring tindakan masyarakat yang dapat mengubah status quo.

About author

Related Articles