ADdiction

Mengukuhkan Posisi Brand dari Demografi Muda Pengguna Instagram Indonesia

instagram app

Dalam ajang Social Media Week (SMW) Jakarta 2016 minggu lalu, Brand Development Instagram APAC Paul Webster menyampaikan potensi audiens yang lebih dinamis ditawarkan oleh Instagram sebagai platform yang memiliki basis komunitas besar di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Dalam demografi belia dan berpendidikan yang baik, pasar pengguna Instagram Indonesia cenderung memiliki daya beli yang lebih tinggi.

Masyarakat yang akrab dengan platform media sosial, turut menjelajahi dan menemukan hal-hal baru di Instagram. Tak hanya menyuarakan kreativitas dan konsep berjejaring, aktivitas berbelanja telah menjadi aktivitas umum para online shopper Indonesia. Pengaruhnya terhadap brand, mereka tidak perlu lagi mengedukasi bahwa ada medium yang menawarkan pengalaman baru menampilkan produk secara halus dalam balutan visualisasi yang indah.

“Komunitas menjadi hal yang penting [untuk brand]. Jangkaulah komunitas yang yang lebih besar, bersemangat, aktif, dan tumbuh untuk brand Anda,” kata Paul.

Kuncinya adalah dengan tetap kreatif dan relevan. Tiga pilar utama membangun konten untuk pasar adalah kreatif, relevan, dan memiliki visualisasi yang baik. Berdasarkan presentasi Paul, kreativitas memberikan dampak yang besar dalam menyita perhatian audiens. Suara terbesar kedua lainnya menyatakan bahwa audiens mau berinteraksi terhadap sebuah visual tentang produk yang telah menarik perhatiannya, relevansi menjadi kunci yang patut diperhatikan dalam poin ini. Sisanya, audiens mengakui bahwa konten dengan kualitas yang baik juga memiliki daya pikat tersendiri.

Untuk mengeksekusinya, Paul menjelaskan lagi tiga panduan untuk memproduksi konten kreatif: berorientasi pada mobile, terkonsep dengan baik, dan seni bercerita [dalam sebuah visualisasi]. Pengiklan harus berani berkarya dengan format iklan yang lebih variatif. Memanfaatkan video 360 derajat, timelapse, dan sebagainya, dinilai sebagai langkah yang sama sekali tidak buruk.

“Tak hanya foto [statis], Instagram juga memiliki solusi iklan video dan carousel. Gunakan carousel jika Anda ingin menambahkan beberapa detail dan perspektif yang beragam,” tambahnya. Paul turut mengakui konten video merupakan “the next big thing” dalam solusi periklanan Instagram di masa mendatang.

Mendekati akhir presentasinya, Paul menyinggung TRESemmé, Lazada Indonesia, dan Traveloka, sebagai brand yang berhasil menjalani kampanye digital melalui Instagram. Lazada Indonesia sendiri mencatatkan 3.6 juta impresi, dan peningkatan in-app purchase sebesar 6.5%.

Michael Erlangga adalah jurnalis pengamat dunia teknologi, digital, dan mobile

About author

Related Articles