ADdiction

Pintar Lihat Peluang Bisnis, Kino Bertahan Saat Pandemi

Addiction.id-Jakarta. Setiap perusahaan wajib menerapkan protokol kesehatan dan membentuk tim penanganan Covid-19 di tempat kerja selama masa new normal. Aturan tersebut sebagaimana keputusan Menteri Kesehatan terkait pencegahan dan pengendalian pandemi di tempat kerja dan industri.

Adapun protokol kesehatan yang dimaksud ialah mewajibkan perusahaan melakukan pengecekan suhu, menyediakan fasilitas untum cuci tangan dan hand sanitizer, serta memastikan penerapan jaga jarak di tempat kerja.

Salah satu perusahaan yang telah beradaptasi dengan kondisi pandemi ialah PT Kino Indonesia, Tbk.

Diketahui, Kino telah menerapkan protokol dengan ketat sejak Februari 2020, sebelum WHO menetapkan status darurat.

Perusahaan ini pun mendonasikan 1 juta masker, multivitamin, dan hand sanitizer untuk para karyawan dan keluarganya. Setiap harinya, kesehatan para penerima ini dipantau melalui aplikasi.

Kino menganggap karyawan sebagai roda penggerak perusahaan. Maka dari itu,  Kino berkomitmen melindungi karyawannya, kendati harus menghabiskan banyak dana.

Kino pun melakukan re-focusing strategi bisnis selama new normal. Kino melihat konsumen yang banyak mencari hand sanitizer, sehingga permintaan terhadap produk ini melonjak. Karenanya, Kino  menggenjot produksi produk ini. Tak heran bila Kino tetap stabil meski dilanda krisis.

Di balik ketangkasannya mencari peluang dan solusi, ketangguhan perusahaan ini dipengaruhi oleh CEO & Presiden Direktur PT Kino Indonesia, Tbk, Harry Sanusi. Berangkat dari masa kecilnya yang terpuruk, Harry harus membantu orang tuanya dengan berdagang obat. Dari sini intuisi bisnisnya terasah. Hingga akhirnya pada 1998, ia mendirikan Kino dan perusahaan ini bisa menghadapi krisis.

Menurut dia, menjalani bisnis butuh keberanian dan kebijaksanaan. “Beranilah untuk memulai sesuatu, bila tidak, kita tidak akan pernah tahu bagaimana hasilnya. Dan, jangan pernah takut melakukan kesalahan, selama kesalahan itu tidak disengaja. Sebab dari situlah, kita akan belajar,” katanya.

Selain itu, kunci Harry yang lain ialah harus pintar memanfaatkan momentum. Saat krisis pandemi ini, misalnya. Ia bisa memanfaatkan peluang bisnis, dan mengubah krisis menjadi opportunity. Tak ayal bila Kino tetap bertahan meskipun pandemi melanda.

Demi mempertahankan dan dan mengembangkan perusahaannya di masa mendatang,  Harry Sanusi mengajarkan anak-anaknya tentang seluk beluk perusahaan.

Lebih lanjut, ia mengatakan memiliki misi agar produknya bisa  menjangkau konsumen di seluruh dunia. Baginya, produk Indonesia memiliki potensi tinggi di kancah internasional. “Bukan lagi 250 juta manusia, melainkan 7 miliar penduduk dunia,” tandasnya. (LH)

About author

Related Articles