ADdiction

Picu Obesitas, Unilever Hentikan Iklan Es Krim

Addiction.id-Jakarta. Perusahaan besar Unilever, yang memiliki merek seperti es krim Twister dan es loli, mengatakan akan membatasi penggunaan karakter kartun dalam iklannya.

Dilansir dari bbc.com, perusahaan ini pun berjanji untuk berhenti merekrut selebriti–terutama yang menarik bagi anak di bawah 12 tahun.

Iklan es krim Unilever ditarik setelah menerima banyak keluhan dari masyarakat. Pasalnya, mereka dinilai memasarkan makanan yang tidak sehat kepada anak-anak.

Aturan baru itu akan diberlakukan pada 2020 dan berlaku bagi semua produk perusahaan ini, dimulai dari merek es krim Wall’s.

Wall’s juga akan meluncurkan berbagai produk makanan untuk anak-anak, yang mengandung tidak lebih dari 110 kalori dan maksimum 12 gram gula per porsi.

Merek-merek Wall’s yang populer di kalangan anak-anak termasuk Max, Paddle Pop, dan Twister.

“Janji kami adalah komitmen tulus untuk membuat dan memasarkan produk kepada anak-anak secara bertanggung jawab,” tutur Matt Close, wakil presiden eksekutif bisnis es krim global perusahaan ini.

Tingkat obesitas

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pada 2016, 18% anak-anak dan remaja–lebih dari 340 juta orang berusia 5 hingga 19 tahun–mengalami kelebihan berat badan secara global. Angka itu naik dari 4% pada 1975.

Hal itu disebut berkaitan dengan pemasaran makanan tidak sehat. Karenanya, pemerintah direkomendasikan membatasi jangkauan iklan semacam itu. Inggris, Chili, Meksiko dan Irlandia telah menerapkan aturan yang lebih ketat untuk iklan anak-anak dalam dekade terakhir ini.

Namun, masalahnya tetap ada. Pada 2018, Cadbury, permen Chewits, dan Squashies menjadi perusahaan pertama yang melarang iklan online. Perusahaan ini terikat aturan baru, terkait target iklan makanan cepat saji bagi anak-anak di Inggris.

Dan pada 2016, iklan Unilever untuk es krim Paddle Pop–yang dikenal di Inggris sebagai Twister–ditarik di Australia. Sebab terdapat keluhan bahwa iklan  mendorong anak-anak kecil untuk makan makanan yang tidak sehat.

Unilever–yang portofolionya mencakup lebih dari 400 merek–umumnya memiliki reputasi untuk menjadi bisnis top dunia. Ia bahkan telah memiliki kebijakan pemasaran bagi anak-anak sejak 2003.

Di bawah aturan baru itu, pihaknya mengaku merencanakan kontrol ketat pada penempatan iklan. Pun tidak akan menggugah anak di bawah 12 tahun, baik di media tradisional atau di media sosial.

Sebelumnya, Unilever berjanji tidak membuat iklan seksis. Jika mereka tidak melakukan pengawasan terhadap konten, maka iklan akan ditarik.  (LH)

About author

Related Articles