ADdiction

Penjahat Siber Bisa Bikin Pengguna Lengah Lewat Iklan

Addiction.id-Jakarta. Kejahatan siber dengan memanfaatkan iklan memang terjadi. Demikian tutur Laksana Budiwiyono, Country Manager untuk Trend Micro Indonesia.

Diketahui, Trend Micro merupakan perusahaan keamanan yang berbasis di Jepang, yang saat ini memiliki cabang di nyaris seluruh dunia.

“Kejahatan lewat iklan itu ada. Ternyata ada iklan yang sudah tercemar, jadi sudah ter-compromise. Itu memang ada,” ujar Laksana di diskusi daring pada Kamis (7/1).

Ia menambahkan, sebetulnya semua jenis file bisa ter-compromise dan cara penjahat siber melakukan aksi pun umumnya sama.

“Entah itu iklan, file, atau link, dan sebagainya. Once diklik, ternyata berbahaya. Mereka (penjahat siber) juga pakai standard yang sama,” katanya.

Laksana menjelaskan, bisa saja saat sedang melihat iklan, kejahatan siber berlangsung. Penjahat siber bisa sekadar ke dalam perangkat dan mengambil data pengguna. Atau, penjahat bisa saja berkamuflase seolah link resmi, namun saat diklik pengguna, rupanya penipuan.

Konsultan di Trend Micro Teguh Wiliadarma menambahkan bahwa penipuan melalui email paling banyak dilakukan.

“Mungkin kalian sering mengalaminya. Ada email masuk yang berkaitan dengan hal-hal yang pernah diklik sebelumnya. Misalnya, ada promo dari sebuah toko online atau menang undian atau voucher liburan. Ini patut dicurigai,” jelas Teguh, pada kesempatan yang sama.

Ia menjelaskan, penjahat siber biasanya akan mengumpulkan informasi tentang si target. Dia akan membuat si target tertarik untuk mengklik link yang ada di email tersebut. Misalnya dengan menggunakan kata atau kalimat yang menarik bagi si target. Jika sudah diklik, si target akan terhubung dengan halaman situs yang seolah-olah resmi dari suatu organisasi atau apa pun.

Lebih lanjut, ia mengatakan, iklan yang ter-compromise itu tak hanya muncul di email, tetapi juga di website hingga SMS, bergantung motifnya.

“Yang jelas, pasti cari informasi target dulu. Supaya iklan bisa di-visit oleh si penerima. Nah, gimana caranya? Pasti mereka akan menggunakan tema-tema yang sesuai dengan interest si target,” terang Teguh.

Ia pun berpesan agar masyarakat harus bersikap kritis guna mencegah terjadinya kejahatan siber.

“Jika ada tanda-tanda yang di luar common sense, kita mesti curiga. Jadi kita harus membuat benteng dari penawaran itu dengan bersikap kritis. Sikap ini akan membantu kita melakukan pencegahan dari tawaran yang tak masuk akal,” pungkas dia.

(LH)

About author

Related Articles