ADdiction

Penggunaan Meme Sebagai Media Pemasaran

Oleh: Sam Carr*

Addiction.id-Jakarta. Apapun media sosial yang digunakan, faktanya kita tak bisa lepas dari jutaan meme yang setiap hari diposting.

Mulai dari meme yang lucu dan unik, meme-meme ini awalnya dibuat sebagai lelucon, sekarang digunakan oleh merek-merek tertentu untuk meningkatkan pengikut akun sosial media mereka.

Kenyataannya, meme sangat populer dan bahkan ada beberapa akun yang memposting meme unik dan lucu yang didedikasikan untuk pengikut mereka.

Seringnya meme menjadi viral di dunia maya, membuatnya dilirik sejumlah merk sebagai strategi pemasaran melalui sosial media. Meskipun tidak semua merek berhasil dalam strategi itu.

Ada beberapa contoh meme yang bagus, menarik, dan sukses mendorong penjualan suatu merek, namun tidak sedikit pula meme yang kurang berhasil dalam tujuan peningkatan suatu merek.

Meme, (dibaca mim, bukan me me) adalah sebuah konsep, lelucon atau slogan dengan tujuan awalnya untuk humor belaka. Kebanyakan meme biasanya menggunakan format gambar, tetapi juga bisa berupa video atau hanya teks.

Meme telah ada sejak awal tahun 1990-an, ketika internet menjadi populer namun baru beberapa tahun terakhir booming dan belum ada tanda akan berakhir.

Namun dengan format dan pola baru meme yang diciptakan setiap hari, mengikuti perkembangan meme sama pentingnya dengan mengikuti mode terbaru. Ini berarti meme juga dapat dimanfaatkan untuk pemasaran produk atau jasa. Banyak keuntungan yang didapatkan dengan menggunakan meme sebagai trik pemasaran dibandingkan dengan cara tradisional.

Salah satu keuntungan dari meme adalah mudah dan murah, bahkan sebagian gratis untuk digunakan. Dengan memanfaatkan pembuat konten meme online gratis, pemilik merek bisa kreatif membuat meme unik dan menarik. Kesempatan ini bisa dipakai sebaik mungkin untuk meningkatkan peluang meraih keuntungan.

Meme menjadi viral adalah skenario yang diimpikan oleh pelaku bisnis. Tak hanya bisa meningkatkan merek, namun juga menambah lalu lintas website semakin tinggi.

Tidak seperti jenis marketing biasa, meme dapat khusus ditargetkan untuk generasi milenial, yang kadang melontarkan lelucon aneh dan membingungkan.

Contoh meme yang berhasil menarik perhatian dan sukses dalam pemasaran dalam beberapa tahun terakhir adalah film Bird Box produksi Netflix.

Film yang dibintangi Sandra Bullock dan diproduksi Netflix ini dipromosikan melalui meme lucu dan kemudian menjadi viral.

Saat meme film Bird Box berseliweran di media sosial, orang yang belum pernah melihat film itu menjadi penasaran. Meme yang penuh dengan lelucon membuat orang ingin memahami arti meme tersebut. Hal itulah yang ‘memaksa’ pengguna akhirnya menonton filmnya.

Meski Netflix saat ini memiliki jutaan pengikut, namun tidak menghentikan layanan penyedia streaming digital ini untuk terus mengembangkan audiensnya dengan meme lucu dan unik.

Namun, ada pula meme yang gagal mengangkat satu merek. Sebut saja Mc Donald’s Mac Steak Inggris. Pada tahun 2015, merek fast food terkenal ini membuat meme dengan format salah. Audiens dibuat bingung dengan meme itu.

Meme asli yang menggunakan tukang cukur dengan kata “say no mor fam”, adalah meme lucu dengan gambar potongan rambut dari karakternya. Mc Donald’s menggunakan meme tersebut, padahal meme Mc Donald’s itu tidak menunjukkan apapun dengan potongan rambut atau yang berhubungan dengan itu. Akibatnya, meme itu membuat malu Mc Donald’s di depan ratusan ribu pengikutnya.

*Marketing Manager PPC Protect

Sumber: PPC Protect

About author

Related Articles