ADdiction

Pendapatan Iklan Google Diprediksi Turun 5,3%

Addiction.id-Jakarta. Lembaga riset pemasaran digital eMarketer memprediksi pendapatan iklan Google tahun ini sebesar US$ 39,58 miliar atau Rp 563 triliun tahun ini. Artinya, pendapatan menurun 5,3%, jika dibandingkan 2019 yang mencapai US$ 41,80 miliar atau Rp 594 triliun.

Jika proyeksi benar, maka pertama kalinya sejak 2008, pendapatan Google menurun.

Analis utama eMarketer, Nicole Perrin mengakui memang banyak perusahaan memangkas pengeluaran iklan selama pandemi Covid-18, termasuk di platform Google. Sebab alasannya  karena aktivitas ekonomi di beberapa negara dihentikan demi menekan penyebaran pandemi.

Ditambah lagi, tertekannya  industri penerbangan pandemi corona. “Industri perjalanan memiliki porsi pengeluaran yang relatif besar untuk pencarian Google. Padahal ini kategori penting untuk Google,” ujar Perrin dikutip dari Reuters, Selasa (23/6).

Pada tahun ini, Google diprediksi hanya meraup 29,4% dari pengeluaran iklan digital.

Diketahui, Google pun memangkas setengah anggaran pemasarannya selama pandemi Covid-19. Perusahaan juga menghentikan sementara perekrutan karyawan baru. 

Mengalami situasi sekarang ini, CEO Google Sundar Pichai menuturkan kepada karyawanya, melalui memo perusahaan, bahwa pandemi seperti krisis keuangan 2008.

“Seluruh ekonomi global merugi, Google dan Alphabet tidak kebal terhadap dampak pandemi global ini,” ujarnya, dikutip dari CNBC Internasional.

Kendati bisnis periklanan menurun, lini bisnis Google lainnya meningkat cukup signifikan selama pandemi. Mesin pencarian Google, kata Pinchai, digunakan lebih banyak orang.

Lalu, unduhan di Google Play Store Google naik 30% pada Maret, jika dibandingkan bulan sebelumnya. Peningkatan pemasukan juga berasal dari layanan komputasi awan yang dimiliki perusahaan.

Setelah bernasib demikian di 2020, Google berharap pendapatan iklan meningkat lebih dari 20% pada 2021. Di 2022, perusahaan menargetkan pendapatannya tumbuh 11,8%.

(LH)

About author

Related Articles