ADdiction

Paslon Sudah Boleh Iklankan Kampanye di Medsos, Bawaslu Akan Awasi

Addiction.id-Jakarta. Di empat belas hari menjelang masa tenang, para pasangan calon (paslom) yang bertarung di Pilkada 2020 dibolehkan memasang iklan kampanye di media cetak, elektronik, daring dan media sosial (medsos).

Hal ini sebagaimana penuturan Komisioner KPU I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi, pada Selasa (24/11) lalu.

Untuk diketahui, pemasangan iklan paslon sudah dimulai sejak dua hari lalu.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) berkomitmen untuk mengawasi aktivitas kampanye paslon di medsos, salah satunya TikTok–yang saat ini penggunanya kian banyak.

“Apabila ada laporan (pelanggaran kampanye di Tiktok) akan kami tindak lanjuti,” ujar Anggota Bwaslu Fritz Edward Siregar (24/11).

Fritz berpendapat bahwa kampanye lewat Tiktok termasuk kebebasan berekspresi yang dilakukan pendukung paslon tertentu. Cara ini menjadi wujud partisipasi masyarakat dalam pilkada.

“Dalam pengawasan kami tentang iklan, Bawaslu mengawasi jumlah penayangan, desain materi kampanye, durasi, jenis iklan,” jelas Fritz.

Tak hanya itu, ia menekankan bahwa setiap konten iklan tak boleh menyalahi aturan, seperti melecehkan agama hingga menyebarkan informasi palsu. Jika melangggar, pelanggar akan diberi sanksi tegas.

“Bawaslu siap menegakan pelanggaran administrasi atau pidana. Apabila (masyarakat) menemukan (pelanggaran) media daring atau media sosial dapat melaporkan ke Bawaslu,” pungkasnya.

(LH)

About author

Related Articles