ADdiction

Pasang Surut Belanja Iklan di Indonesia Selama Pandemi

Addiction.id-Jakarta. Belanja iklan di Indonesia menunjukkan tren positif, kendati virus corona mewabah. Hal ini sebagaimana ditunjukkan oleh hasil riset Nielsen Indonesia.

Nielsen Indonesia menunjukkan adanya tren positif pada total belanja iklan sepanjang Januari- Maret 2020. Kendati demikian, terjadi pelemahan di April, terutama di TV dan media cetak. Lalu kembali menguat pada Mei 2020 di TV.

“Memasuki Ramadan mungkin agak sedikit naik karena didorong brand musiman pada masa Ramadan. Harapan kami setelah lebaran dan  pemerintah melonggarkan PSBB, aktivitas kembali normal. Kami  berharap pengiklan tidak melakukan pemotongan anggaran secara besar-besaran,” terang Hellen Katherina, Direktur Eksekutif Bisnis Media Nielsen Indonesia, dikutip dari Republika, Rabu (13/05).

Selain itu, riset pun menemukan adanya pergeseran perilaku dan cara pemenuhan kebutuhan konsumen di periode work from home (WFH). Karenanya, beberapa merek berupaya untuk beriklan lebih banyak, seperti Telkomsel dan Tokopedia–yang melihat peningkatan penggunaan internet dan belanja online.

Beberapa dari 10 kategori pengiklan top meningkatkan anggaran iklannya hingga lebih dari 20%, di beragam platform media. Kategori produk yang dimaksud seperti layanan online, komunikasi, perawatan rambut, makanan instan, kopi, teh, susu, vitamin atau suplemen. Perusahaan ini memilih untuk meningkatkan anggaran iklan di TV dan media digital.

Sedangkan kategori jus dan organisasi pemerintah serta politik menggelontorkan anggaran iklan lebih banyak untuk media digital.

“Kendati pada periode Ramadan ini konsumen lebih banyak berkegiatan di rumah, perusahaan bisa mengambil keuntungan dari perubahan perilaku konsumen. Mereka terus berkomunikasi dengan konsumen. Mereka  menyeimbangkan tujuan mereka dan mempertahankan kreativitas sehingga mendapa kepercayaan konsumen, serta demi mempersiapkan masa depan jika kembali normal,” pungkas Hellen. (LH)

About author

Related Articles