ADdiction

OJK Perintahkan 73% Iklan Pelanggar Aturan Diturunkan

Addiction.id-Jakarta. Sepertiga dari total jumlah iklan pelaku industri jasa keuangan melanggar aturan perilaku pasar atau market conduct. Hal ini sebagaimana temuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Diketahui, aturan market conduct merupakan bagian dari aturan dan pengawasan sektor jasa keuangan. Hadirnya aturan ini bertujuan untuk memastikan bahwa lembaga keuangan memberi pelayanan yang baik, dan jujur kepada konsumen.

Sementara itu, market conduct merupakan perilaku pelaku usaha jasa keuangan dalam mendesain, menyusun dan menyampaikan informasi, menawarkan, membuat perjanjian, atas produk dan/atau layanan serta penyelesaian sengketa dan penanganan pengaduan.

“Sebanyak 36,65% atau 1.915 iklan ditemukan melanggar dari total 5.238 iklan yang dilakukan pemantauan,” ujar Deputi Komisioner Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Sarjito saat jumpa pers virtual di Jakarta, Rabu (15/07), dikutip dari Antara.

Dari total pelanggaran tersebut, sektor perbankan menjadi sektor dominan melakukan pelanggaran yaitu 73%. Kemudian disusul oleh sektor industri keuangan nonbank sebanyak 25%, dan pasar modal 2%.

Jika berdasarkan jenis pelanggarannya, iklan yang tidak jelas mendominasi yakni mencapai 94%. Kemudian iklan menyesatkan 5%, dan 1% tidak akurat.

Meski begitu, jumlah iklan jasa keuangan yang melanggar aturan kian menurun. Hal ini didukung oleh data statistik pemantauan iklan sektor jasa keuangan oleh OJK di berbagai media, pada periode Januari sampai Juni 2020.

Di Januari, jumlah iklan yang melanggar ada 495 iklan. Lalu menurun di Februari menjadi 367 iklan. Kemudian Maret 382 iklan, April 316 iklan, Mei 193 iklan, dan Juni 158 iklan.

OJK lantas menindaklanjuti pelanggaran itu, yaitu dengan memerintahkan perusahaan jasa keuangan yang melanggar aturan market conduct untuk menarik iklan-iklan itu.

​​(LH)

About author

Related Articles