ADdiction

Netflix Bersikukuh Tetap Tolak Iklan

Addiction.id-Jakarta. Platform streaming film Netflix hingga saat ini masih bersikukuh menolak untuk adopsi model bisnis berdasarkan iklan sebagai sarana untuk meningkatkan pendapatan. Pernyataan tersebut diungkapkan CEO Netflix Reed Hastings, sebagaimana dikutip Techcrunch.co, Rabu (22/1).

Hasting menjelaskan, untuk membangun bisnis iklan untuk platform digital tidaklah mudah, karena harus bersaing dengan perusahaan raksasa yang sudah ada seperti Google, Facebook, dan Amazon.

“Google dan Facebook, serta Amazon sangat kuat dalam bisnis iklan online karena mereka terintegrasi dengan begitu banyak sumber data. Ada biaya untuk itu, tapi memang membuat iklan lebih tertarget dan efektif. Saya kira, ketiganya akan merajai bisnis periklanan online,” jelas Hastings sebagaimana dikutip techcrunch, Selasa (21/1).

Hastings menambahkan, untuk membangun bisnis iklan online diperlukan biaya $5 milyar hingga $10 milyar. “Mencuri bisnis iklan online dari Amazon, Google, dan Facebook merupakan tantangan tersendiri. Dan itu tidak mudah,” ujarnya.

“Kami mendapatkan model bisnis yang lebih sederhana, dimana hanya fokus pada layanan streaming dan kesenangan pelanggan,” tambah Hastings.

Ditengah ketatnya pengawasan pergerakan perusahaan internet raksasa, seperti Google dan Facebook, terkait penggunaan data pribadi, keputusan ini disebut Netflix sebagai kelebihan. Diketahui, Google dan Facebook terbukti lalai melindungi data pribadi pengguna sehingga dikenai denda.

Hastings menegaskan, Netflix tidak tertarik untuk mengikuti jejak Google dan Facebook, yang ia sebut “mengeksploitasi pelanggan”.

“Kami tidak mengumpulkan data pelanggan. Kami benar-benar fokus membuat pelanggan kami happy,” ujarnya.

Netflix kini menghadapi dua pesaing baru dalam layanan streaming, yakni Disney+ dan Apple+. Keduanya mensubsidi peuncuran produk dengan promosi gratis untuk mendapatkan penonton.

Dalam beberapa bulan kedepan, Netflix  bakal memiliki pesaing baru lainnya, seperti Quibi, WarnerMedia HBO Max, dan NBCU Peacock. Yang terakhir ini menampilkan multi-tier, termasuk didalamnya layanan gratis untuk pelanggan TV berbayar, dan premium bebas iklan, dan yang didukung iklan.

Layanan TV streaming lainnya yang juga mengandalkan iklan sebagai pendapatannya adalah Hulu dan CBS All Access. Selanjutnya Roku Roku, Amazon IMDb TV, TUBI, Viacom Pluto TV dan lainnya.

About author

Related Articles