ADdiction

Muncul Profesi Baru di Era Digital, Termasuk Penonton Iklan

Addiction.id-Jakarta. Penetrasi teknologi digital terus meningkat di masyarakat. Lebih-lebih saat pandemi Covid-19 melanda. Lantas, agar tak tergilas zaman dan terus eksis, segala sektor penghidupan harus beradaptasi dan mengadopsi teknologi tersebut. Hal seperti ini juga dialami dunia perbisnisan di Indonesia.

“Dunia bisnis Indonesia ibarat dipaksa bertransformasi lebih cepat dari dugaan sebelumnya. Masyarakat semakin bergantung pada berbagai aplikasi dan gawai digital,” jelas seorang praktisi Periklanan JC Pro Glen P, belum lama ini.

Sekadar informasi, hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menunjukkan bahwa pengguna internet di Indonesia mencapai 196,7 juta pengguna, di periode 2019 sampai kuartal kedua 2020. Angka tersebut meningkatkan 23,5 juta atau 8,9% jika dibandingkan periode 2018.

Berangkat dari fakta tersebut, menurut Glen, para pebisnis di Indonesia mendapat peluang dalam berinovasi dengan menggunakan model bisnis digital. Pasalnya, model bisnis ini sangat terbuka untuk siapa saja, jangkauan pasar luas dan potensi pasar pun besar. Selain itu, tak ada batas waktu dan jarak dalam berbisnis.

Saat ini beragam macam bisnis telah mengadopsi model bisnis digital, misalnya makanan dan fesyen. Bukan cuma itu, ada pula bisnis lain yang menjanjikan, misalnya content creator yang menarik bagi pengiklan, IT Consultant maupun bisnis Digital Advertising dan sebagainya.

Dengan maraknya pemanfaat teknologi digital, profesi yang berbasis digital pun kian subur, dari gamers online hingga content creator seperti platform streaming video semacam YouTube.

“Ada juga influencer yang mempengaruhi para pengikutnya untuk membeli produk tertentu di platform media sosial, seperti Tik Tok maupun Instagram, hingga pekerjaan menonton video iklan untuk mendapat penghasilan, seperti yang ditawarkan platform VTube,” papar Glen.

Pekerjaan tersebut nampaknya sepele, namun penghasilan yang didapat cukup menjanjikan. Misalnya, content creator di YouTube bisa mendapat penghasilan miliaran rupiah. Demikian pula influencer yang kerap mengendorse suatu produk.

“Keputusan jenis bisnis apa yang akan ditekuni pada era digitalisasi ini akan kembali pada setiap pribadi… Kini, bukan lagi sekedar soal menguntungkan, namun juga sejauh apa dapat bermanfaat bagi orang lain dan kehidupan secara umum. Sukses berbisnis di masa depan kini tidak lagi hanya jadi impian, namun bila dijalani dengan bijak dapat memberi kepastian bagi kehidupan,” katanya.

(LH)

About author

Related Articles