ADdiction

Merger Sebentar Lagi, Gojek-Tokopedia Masih Diskusi

Addiction.id-Jakarta. Gojek dan Tokopedia tengah menuntaskan persyaratan untuk merger. Kabarnya, keduanya segera mencapai kesepakatan pada bulan ini, dilansir dari Bloomberg, Rabu (10/2).

Dikatakan pula bahwa keduanya akan menciptakan kekuatan ekonomi digital Indonesia, dari layanan ride hailing, belanja online, pembayaran digital, hingga pengiriman online.

Sumber terpercaya menyebutkan bahwa keduanya sedang mendiskusikan berbagai skenario dan tujuan, yang kemudian akan mendaftarkan entitas gabungan di Indonesia dan AS.

Salah satu skenario yang dibahas ialah mula-mula mendaftarkan Tokopedia di Jakarta, Indonesia, lalu bergabung dengan Gojek sebelum mendaftarkan entitas gabungan di AS.

Bukan cuma itu, kabarnya saat ini tengah dibahas pula ketentuan terbaru, yang meminta pemegang saham Gojek memiliki sekitar 60% dari entitas gabungan, sementara 40% lainnya dipegang investor Tokopedia. Terlepas dari rasionya, kedua perusahaan ini mendekati proses transaksi sebagai merger yang sederajat.

“Target valuasi mereka adalah USD 35 miliar hingga USD 40 miliar,” sambung sumber tersebut.

Meski begitu, mereka belum memutuskan apakah mereka akan memilih untuk mendaftar di AS melalui penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) biasa atau tujuan khusus akuisisi perusahaan.

Sebelumnya, kabar merger Gojek dan Tokopedia pertama kali dilaporkan oleh Bloomberg pada Januari lalu. Keduanya telah menandatangani lembar persyaratan terperinci untuk melakukan uji tuntas bisnis masing-masing.

Informasi lain menyebutkan, kedua perusahaan telah mempertimbangkan merger sejak 2018. Namun, diskusi di antara keduanya kemudian dipercepat setelah pembicaraan kesepakatan antara Gojek dan rivalnya Grab Holdings Inc. menemui jalan buntu.

(LH)

About author

Related Articles