ADdiction

Melampaui Prediksi, Nokia Catat Laba US$1,2 Miliar

Addiction.id-Jakarta. Produsen perangkat jaringan asal Finlandia, Nokia, mematahkan prediksi analis dengan membukukan laba kuartal empat tahun 2019 yang melampaui prediksi pasar.

Dilansir Reuters pada Kamis, (6/2), Nokia mencatat laba per saham sebesar 0,15 euro pada kuartal terakhir tahun lalu. Peningkatan laba per saham mencerminkan kemajuan pada efisiensi biaya perusahaan. Saham Nokia pun terdorong ke level tertinggi dalam empat bulan.

Tercatat perusahaan membukukan laba operasi sebesar 1,13 miliar euro atau US$1,2 miliar. Jumlah ini melebihi estimasi konsensus Bloomberg senilai 1,09 miliar euro.

Meski di atas perkiraan, kondisi perusahaan tetap berada di bawah tekanan. Pada Oktober lalu perusahaan mengumumkan pemangkasan biaya produksi peralatan untuk migrasi jaringan dari 4G ke 5G. 

Nokia disebut tengah mengejar pangsa pasar China. Langkah ini menyusul rival terdekatnya Ericsson AB yang telah lebih dulu agresif berbisnis di Negeri Tirai Bambu. 

Chief Executive Nokia, Rajeev Suri mengatakan, kuartal keempat menandai akhir yang kuat untuk tahun yang penuh tantangan.

“Saya percaya 2020 akan menghadirkan tantangan dan saya yakin kami mengambil langkah yang tepat untuk memberikan peningkatan progresif selama tahun ini dan meneguhkan posisi yang lebih kuat pada 2021,” kata Rajeev Suri, Kamis (6/2). 

Ia meyakini, dengan pertumbuhan penjualan Nokia yang mencapai dua digit dan jauh melampaui pasar, membuktikan bahwa perangkat lunak Nokia bakal mampu bertahan dalam jangka waktu panjang. 

Suri menjelaskan, akhir tahun 2019 Nokia 5G menawarkan sistem on-chip. Dia memprediksi tahun 2020 sistem tersebut akan meningkat lebih dari 35% dan meningkat menjadi 70% pada tahun 2021.

Namun, ia menyadari Nokia menghadapi tantangan dalam bisnis akses seluler dan kemampuan mendatangkan arus kas.

“Tahun ini, perusahaan akan fokus pada dua hal tersebut,” ujarnya.

Dalam akses seluler, dia berharap peningkatan pada teknologi 5G, pengurangan biaya produk, manajemen komersial yang lebih baik, dan penguatan kinerja operasional dalam layanan.

About author

Related Articles