ADdiction

Mari Intip Iklan di Majalah Isteri pada 1930-an

Addiction.id-Jakarta. Di Indonesia pada 1980-an, media cetak masih menjadi basis periklanan. Di masa itu belum banyak orang yang memiliki televisi–yang menyajikan gambar secara visual atau audio visual. Maka dari itu, target pasar adalah penikmat media cetak.

Hubungan antara pengiklan dan pemilik media cetak sebetulnya simbiosis mutualisme, alias saling menguntungkan.

Pengiklan mendapat konsumen dari hasil mengiklan, karena produknya semakin dikenal. Sementara, media cetak mendapat dana untuk pembiayaan operasional dan lainnya.

Hal itu pun rupanya juga terjadi sebelum Indonesia merdeka.

Salah satunya, Majalah Isteri terbitan 1931 di setiap edisi. Media itu mengiklankan sejumlah produk, tentu untuk mendapat pemasukan. Salah satunya iklan tas kulit besutan D. Siregar & Co.

Di ilustrasi itu, terdapat dua orang perempuan mengenakan kebaya dan memakai payung. Rambut keduanya dicepol. Mereka membawa tas bermotif kulit ular. Kedua perempuan itu bergaya Jawa, dan tampak jelas potret perempuan kalangan menengah ke atas, di masa itu.

Selain itu, ada yang unik. Iklan di media ini lebih didominasi oleh iklan media. Sebut saja media mengiklankan media, seperti berikut.

Sebagai informasi, sebelum kemerdekaan, kaum intelektual dan berpendidikan berupaya menyadarkan para pembaca, khususnya penduduk asli, tentang ketertindasan dari penjajah.

Kebanyakan media, yang tim redaksinya kebanyakan penduduk asli, mewadahi gagasan tentang pembebasan dari kungkungan penjajah.

Patut diingat, pada saat Majalah Isteri terbit, Indonesia masih dijajah Belanda.

Sebagai informasi, Majalah Isteri merupakan terbitan Perikatan Perkumpulan Isteri Indonesia, yang disingkat PPII. PPII menaungi seluruh organisasi perempuan di Indonesia dan dibuat atas kesepakatan dari hasil Kongres Perempuan Indonesia kedua pada 22 Desember 1928.

Kira-kira, ada iklan apa lagi ya di media cetak sebelum Indonesia merdeka?(LH)

About author

Related Articles