ADdiction

Kondisi Industri Periklanan Saat Pandemi Covid-19

Addiction.id-Jakarta. Pandemi Covid-19 terbukti telah berdampak pada segala aspek kehidupan. Tak terkecuali industri periklanan, bahkan sektor ini kerap dinilai sebagai salah satu sektor yang rentan terdampak.

Untuk mengetahui kondisi industri periklanan di tengah pandemi, Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I) DKI Jaya melakukan survei terhadap 134 perusahaan–yang juga anggota P3I DKI Jaya. Dari jumlah total perusahaan itu, terdapat 51 yang bersedia menjadi responden dan mengisi survei.

Adapun survei tersebut dilakukan secara online dari  25 hingga 31 Agustus 2020.

Dari survei tersebut, didapati bahwa jasa periklanan yang paling banyak disediakan perusahaan responden ialah di digital dan media sosial yakni sebesar 74,5%  Kemudian disusul above the line sebesar 60,8%. Adapun kategori yang menjadi klien utama responden ialah Fast Moving Consumer Goods (FMCG) sebesar 60,8% kemudian Food & Beverages 41,2%, finansial dan telekomunikasi–masing-masing 31,4%.

Selanjutnya, diketahui bahwa besar dari responden merupakan perusahaan menengah dan besar. Dari seluruh responden, 64,7% di antaranya memiliki karyawan di atas 50 orang.

Tak hanya itu, lebih jauh, sekitar 75% perusahaan diproyeksikan mengalami penurunan billing jika dibandingkan 2019, di mana bisa berdampak pada penurunan laba perusahaan. Kendati demikian, sebagian besar memproyeksikan pihaknya bisa bertahan di 2020 ini. Bahkan 15% lainnya optimis bisnisnya bisa bertumbuh.

Selain itu, untuk menghadapi tantangan di masa pandemi, perusahan biasanya cenderung melakukan efisiensi untuk bertahan. Didapati bahwa kebanyakan perusahaan menunda perekrutan karyawan baru, 50% memotong gaji sebagian atau seluruh karyawan; bahkan nyaris 20% di antaranya melakukan PHK sebagian karyawannya. Tak hanya itu, 15% perusahaan terpaksa menunda atau menyicil THR pada Mei lalu.

Lebih lanjut, selama pandemi ini, perusahaan tetap berinovasi dan terus menjaga kepercayaan klien, adopsi produk dan jasa baru, merampingkan organisasi dan lebih multitasking, smart operation, dan mengalihkan fokus atau bahkan beralih ke bisnis digital.

Ketua P3I Elwin Mok berharap, melalui survey tersebut, para pelaku industri periklanan mengetahui tingkat kegentingan maupun optimisme dalam menghadapi semester ke-2 2020 dan menyambut 2021. Selain itu, ia juga berharap data hasil survei bisa menjadi indikasi dan basis data  dalam menilai kondisi yang sedang dihadapi bersama.

“Semoga apa yang didapatkan dari survey ini bisa menjadi masukan yang berharga bagi kita semua dalam menentukan langkah-langkah ke depan demi kebaikan industri periklanan. Akhir kata, semoga Pandemi Covid-19 ini bisa cepat berlalu,” tutup Elwin, Selasa (08/09).

(LH)

About author

Related Articles