ADdiction

Kiprah Presiden Indosat Ooredoo di Indonesia

Addiction.id-Jakarta. President Director & CEO Indosat Ooredoo Ahmad Al-Neama mengaku rencana pihaknya berjalan tak sesuai ekspektasi. Salah satu penyebabnya ialah adanya pandemi Covid-19.

Padahal pasca dipilih sebagai presiden pada tahun lalu, Ahmad ingin bertugas dan menjadikankan Indosat Ooredoo sebagai perusahaan digital telko terdepan di Indonesia.

Untuk mendukung para karyawannya di masa sulit ini, Ahmad menerapkan sejumlah kebijakan. Satu di antaranya yaitu menerapkan work from home (WFH) guna menjaga kesehatan dan keselamatan mereka.

Selain itu, memfasilitasi dan memberi konektivitas kepada karyawan, untuk menunjang WFH. Ia juga mengirim paket kebersihan ke rumah seluruh karyawan, bahkan beberapa kali memberi dukungan finansial.

Pengalaman Ahmad selama 15 tahun sebagai profesional di industri telekomunikasi global mengembangkan rasa tanggung jawabnya terhadap karyawan.

“Kesejahteraan dan pengembangan karyawan adalah hal yang penting untuk mewujudkan visi saya pada perusahaan dan menjalankan strategi kami untuk beberapa tahun ke depan,” terangnya, Selasa (15/09).

Berdasarkan survei internal perusahaan, sebanyak 82% karyawan merasa senang dan produktif meski harus WFH. Bahkan, Indosat Ooredoo sukses menyabet penghargaan Best Companies to Work for in Asia 2020 oleh HR Asia.

Mendukung Agenda Digital Indonesia

Lebih lanjut, ia turut memerhatikan prospek karier anak muda Indonesia yang cerah. Ini mendorong dirinya berkomitmen di berbagai kampanye untuk mendukung agenda Digital Indonesia yang digadang oleh pemerintah.

“Contohnya dalam kampanye Internet1O1 dengan GSMA dan Facebook, kami memfasilitasi 500.000 pelatihan di seluruh negeri untuk mengembangkan ekonomi digital dan menutup kesenjangan literasi internet, terutama di daerah pedesaan,” ungkapnya.

Selain itu, bersama Google, ia ingin membantu masyarakat Indonesia agar terus terhubung secara digital meski tanpa smartphone atau paket data.

Ahmad pun diketahui merupakan salah satu pendukung utama program beasiswa IDCamp. Pada 2019, program beasiswa ini berhasil mencetak lebih dari 10.000 developer muda Indonesia yang tersertifikasi secara global.

LH

About author

Related Articles