ADdiction

Kiat Pelaku Periklanan Digital Untuk Sukses Selama Covid-19

Addiction.id-Jakarta. Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa pandemi Covid-19 berdampak pada segala sektor.

Industri periklanan kini banyak yang beralih ke televisi dan digital. Hal ini menimbang besarnya peluang di ranah itu, lantaran di masa pandemi ini banyak orang yang menghabiskan waktunya di rumah.

Namun, jauh sebelum pandemi, industri periklanan digital didera sejumlah polemik yang sistematis seperti, transparansi, akuntabilitas, hingga cookie pihak ketiga yang sekarat.

Menimbang adanya polemik itu, keberadaan pandemi saat ini justru mendorong industri untuk mempercepat perubahan, seiring berkurangnya anggaran.

Lantas, apa yang harus dilakukan pemasar?

Melansir The Drum (17/07), ada sejumlah hal yang mesti diketahui yang  para perlaku industri, yaitu cara untuk menghadapi pandemi, cara mencari solusi digital, dan cara keluar dari krisis sebagai brand yang lebih kuat.

1. Terus berinvestasi sebagai cara untuk mendorong transparansi

Diperkirakan hanya sekitar 50% dari anggaran periklanan yang masuk ke penerbit. Sementara, sisanya untuk pajak teknologi meja  sejenisnya. Masalah transparansi dan pertanggungjawaban telah mempengaruhi sektor ini jauh sebelum pandemi tiba. Tetapi ketika anggaran dipangkas, penghamburan anggaran akan dihindari.

2. Konteks adalah raja

Selama bertahun-tahun, pemasar telah menggunakan cookie pihak ketiga untuk menargetkan pemirsa, dan menyesuaikan pesan iklannya dengan mereka. Tren ini akan berubah pada 2022, setelah pengumuman Google bahwa itu akan menghapus cookie pihak ketiga pada browser Chrome.

Masalah seputar pengumpulan data–baik karena kepatuhan terhadap peraturan atau kehancuran cookie–telah menyebabkan banyak pihak yang menampilkan iklan kontekstual, yakni yang berfokus pada konteks di mana pengguna melihat iklan. Untuk brand yang enggan memunculkan iklannya di sebelah kisah-kisah kematian dan malapetaka, di konteks saat ini justru malah menjadi waktu yang berguna.

3. Dengarkan dan pelajari

Konteks sama pentingnya dengan pesan iklan dalam menjangkau pemirsa di waktu yang tepat.

Saat ini merupakan waktu yang tepat bagi brand untuk bersimpati terhadap konsumen. Kemudian brand perlu bersikap kreatif dalam memperbarui dan mengubah pesan, yang menunjukkan bagaimana mereka mendukung pelanggan mereka melalui masa-masa yang tidak pasti ini.

Brand yang menyadarinya, melihat situasi ini sebagai kesempatan ini untuk mengkomunikasikan pesan yang relevan kepada pemirsa. Kemudian saat promosi berhasil, kesuksesan  pun nyata.

(LH)

About author

Related Articles