ADdiction

Kampanye Tatap Muka Marak, Masa Iklan Kampanye Diminta Diperpanjang

Addiction.id-Jakarta. Masa iklan kampanye di media massa dan media sosial mestinya diperpanjang. Hal ini sebagaimana saran Anggota Dewan Pembina Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Sesuai dengan aturan KPU, iklan kampanye baru boleh dilakukan di 14 hari terakhir masa kampanye. Sementara, masa kampanye berlangsung selama 71 hari.

“KPU harus pikirkan ulang untuk memperpanjang waktu kampanye melalui metode penayangan iklan kampanye di media massa cetak, media massa elektronik, media sosial, dan/atau media daring,” kata Titi, dikutip dari Kompas, Senin (12/10).

Iklan kampanye, menurut Titi, bisa menjadi alternatif dari kampanye tatap muka dan kampanye daring. Bahkan iklan kampanye bisa menjadi solusi dan dinilai lebih efektif di situasi pandemi ini. Sayangnya masih banyak kampanye tatap muka menjelang Pilkada 2020 dan kampanye daring masih minim.

“Mungkin kampanye tatap muka akan berkurang kalau ada ruang berkampanye melalui penayangan iklan kampanye. Harus diakui medium itulah yang bisa menjangkau pemilih secara masif,” ujar Titi.

Tak hanya itu, lanjut Titi, pemasangan alat peraga kampanye dan penyebaran bahan kampanye juga bisa menjadi alternatif pengganti kampanye tatap muka dan kampanye daring.

Kendati begitu, Peraturan KPU (PKPU) membolehkan kampanya tatap di Pilkada 2020, meski dibatasi dan sesuai protokol kesehatan. Sebagai konsekuensinya, pengawas pemilu diminta untuk mencegah pencegahan pelanggaran.

“Adanya kebolehan dalam melakukan metode kampanye pertemuan terbatas, kampanye tatap muka, maupun dialog menuntut Bawaslu harus mengoptimalkan kerja-kerja pencegahan pelanggarannya,” kata Titi.

Sebelumnya diberitakan bahwa kampanye tatap muka menjadi metode paling digandrungi menjelang Pilkada 2020. Menurut data Bawaslu, dalam 10 hari pertama masa kampanye, kegiatan kampanye tatap muka dilakukan di 95% daerah penyelenggara Pilkada.

Diketahui, kampanye Pilkada berlangsung selama 71 hari, dimulai sejak 26 September dan berakhir 5 Desember 2020.bSementara, hari pemungutan suara Pilkada rencananya akan dilaksanakan secara serentak pada 9 Desember.

(LH)

About author

Related Articles