ADdiction

Kabar Akan Disusupi Iklan Kian Santer, Telegram Buka Suara

Addiction.id-Jakarta. Telegram semakin populer di tengah masalah privasi yang menerpa WhatsApp. Menurut laporan Sensor Tower, Telegram menjadi aplikasi non-game yang paling banyak diunduh di dunia, dengan lebih dari 63 juta unduhan di Januari.

Namun, akhir-akhir ini, isu Telegram akan disusupi iklan kian santer.

CEO Telegram Pavel Durov, melalui kanalnya di platformnya, menegaskan bahwa isu itu adalah hoaks. Ia melanjutkan bahwa pihaknya tak akan menyisipkan iklan dalam percakapan para pengguna.

“Pengguna yang mengandalkan Telegram sebagai aplikasi perpesanan, bukan jejaring sosial, tidak akan pernah melihat iklan. Percakapan pribadi dan grup selalu dan akan selalu bebas iklan,” tandas Durov.

Meski pengguna Telegram kian melejit, perusahaan tak memanfaatkannya untuk menerapkan iklan. Terlebih, lanjut Durov, data penggunanya tak akan digunakan untuk menargetkan iklan.

“Kami percaya bahwa mengumpulkan data pribadi dari pengguna untuk menargetkan iklan seperti yang dilakukan WhatsApp-Facebook adalah tak bermoral. Kami menyukai pendekatan layanan sadar privasi seperti DuckDuckGo: memonetisasi layanan tanpa mengumpulkan informasi tentang pengguna,” terangnya.

“Jadi jika kami memperkenalkan iklan di satu ke banyak saluran, itu akan menjadi kontekstual -berdasarkan topik saluran, tak ditargetkan berdasarkan data pengguna manapun,” ujar Durov menambahkan.

Pembuat konten di Telegram memang sudah memonetisasi konten mereka dengan melakukan promosi di kanalnya. Namun, Durov sendiri memandang hal ini tak tepat dan mengganggu.

“Kami ingin memperbaiki situasi ini dengan menawarkan alternatif sadar privasi untuk pemilik kanal,” imbuh dia.

(LH)

About author

Related Articles