ADdiction

Imbas Virus Korona, Penjualan Ponsel Cina Terpuruk

Addiction.id-Jakarta. Penjualan telepon pintar di Cina anjlok hingga 50% pada kuartal pertama, akibat banyaknya toko retail tutup dalam waktu lama dan produksi yang belum kembali pulih sebagai imbas dari penyebaran virus korona.

Wabah virus korona hingga saat ini telah menelan lebih dari 900 orang meninggal dan mengguncang industri manufaktur Cina. Padahal, vendor terkemuka, Huawei, berharap banyak pada peluncuran 5G tahun ini akan mendorong pasar smartphone terbesar didunia kembali berjaya setelah beberapa waktu penjualan terus menurun.

Dilansir Reuteurs pada Senin (10/02), Apple akan memperpanjang penutupan tokonya di Cina,  dan belum memastikan kapan toko akan dibuka kembali. Selain itu, perakit iPhone, Foxconn, masih belum beroperasi.

Foxconn kembali diizinkan pemerintah Tiongkok untuk membuka pabriknya di kota Zhenghzou, namun pabrik utama Fozconn yang berada di Shenzhen masih ditutup.

Huawei sebagai vendor telepon pintar Cina menyebut, kapasitas produksinya berjalan normal. Seperti vendor lainnya, Huawei sangat tergantung pada pihak ketiga untuk produksi.

Secara global, produksi ponsel pintar akan turun hingga 12% pada pertengahan Maret. Hal ini merupakan penurunan terentah dalam lima tahun terakhir. Diprediksi, produksi iPhone turun sekitar 10% menjadi 41 juta unit. Sementara Huawei anjlok hingga 15% dengan 42.5 juta unit.

Samsung Electronic, pembuat ponsel terkenal asal Korea tampaknya tidak terpengaruh dampak virus korona karena basis produksi utamanya berada di Vietnam. Samsung juga menurunkan produksi sekitar 3% menjadi 71,5 juta unit.

About author

Related Articles