ADdiction

Iklan Palsu Juga Harus Diperangi

Addiction.id-Jakarta. Di balik segala kemudahan yang disajikan teknologi, ada sisi gelap yang mungkin telah diketahui banyak orang, yaitu mudahnya penyebaran disinformasi atau berita palsu. Hal ini dipahami bisa mempengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap media, platform, dan kontennya.

Perlu diketahui juga, disinformasi ini bukan hanya terjadi pada berita, melainkan juga berlaku di dunia periklanan. Tak sedikit iklan komersial yang memberi klaim palsu dan mempromosikan produk dengan memanipulasikan konten. Iklan semacam ini juga bisa muncul di media sosial dan umpan berita. Bahkan, pada sejumlah kasus, ada situs web yang didukung iklan guna menyebarkan informasi palsu.

Hal tersebut diakui oleh Wakil Direktur Kebijakan dan Peraturan Asosiasi Periklanan Inggris Konrad Shek, saat Konferensi Forum Westminster, Jumat (27/11). Ia kemudian menjelaskan ada penipu online yang beriklan dengan baik, termasuk dengan menabahkan klik agar terjadi kesalahan atribusi sehingga uang pengiklan dialihkan ke penipu.

“Saya tidak akan mengatakan bahwa membatasi iklan adalah solusi, karena Anda harus memikirkan konsekuensi dari suatu pendekatan dan dampaknya pada internet gratis,” ungkap Shek.

“Keuntungan ekonomi adalah faktor penting mengapa disinformasi ada, karena iklan memainkan peran inti di dalamnya, tetapi kita perlu menyadari bahwa ada faktor lain yang berperan,” sambung dia

Shek menuturkan bahwa solusi untuk mencegah hoaks dalam iklan daring yakni dengan pendekatan multi-disiplin yang holistik dan tepat.

Misalnya mengenai iklan politik. Para politisi dan partai politik, kata dia, harus mencari solusi agar tak membuat orang semakin tak percaya pada iklan online.

“Kita perlu berinvestasi lebih banyak dalam literasi digital untuk membantu orang mawas diri dari penipuan dan informasi yang salah,” saran Shek kepada publik. Harapannya, masyarakat skeptis dan kritis ketika melihat iklan di media sosial.

Lebih lanjut, Shek juga mengakui perlunya memanfaatkan standar dan teknologi dalam memerangi iklan penipuan di internet.

(LH)

About author

Related Articles