ADdiction

Iklan Diboikot, Pemasukan Facebook Merosot

Addiction.id-Jakarta. Pendiri Facebook Mark Zuckerberg dinilai tak mampu mengurus ujaran kebencian dan hoaks. Sebab, ia membiarkan unggahan semacam itu bertebaran.  Sikapnya yang demikian memicu sejumlah perusahaan untuk memboikot Facebook, dengan menyetop pemasangan iklan di platform Facebook dan Instagram.

Melalui gerakan ‘Stop Hate For Profit’,  aksi tersebut pun diikuti oleh National Association for the Advancement of Colored People (NAACP), Color of Change, dan Anti-Defamation League pun tergabung dalam gerakan tersebut, dikutip dari Forbes, Kamis (24/6).

“Iklan Anda dipakai oleh platform itu untuk meningkatkan dominasi mereka di industri dengan mengorbankan komunitas yang rentan dan termarjinalkan yang sering menjadi target kelompok kebencian di Facebook,” kata pemicu gerakan itu, Anti-Defamation League.

Adapun perusahaan yang berpartisipasi dalam gerakan ini, di antaranya Unilever, Honda America, Coca-coca, Levi Strauss, dan Verizon.

Aksi boikot tersebut membuat valuasi Facebook merosot hingga USD 56 miliar. Saham Facebook merosot 8,3% pada Jumat lalu, tepatnya setelah Unilever menarik iklannya dari platform ini. Ini merupakan penurunan Facebook terbesar selama tiga bulan terakhir.

Penurunan valuasi Facebook membuat kekayaan Zuckerberg turun menjadi USD 82,3 miliar, atau turun sekitar USD 7,2 miliar atau sekitar Rp 100 triliun. Dengan demikian, posisi Zuck turun ke posisi 4 dalam jajaran orang terkaya di dunia.

Menanggapi aksi tersebut, Zuckerberg berjanji akan lebih ketat menangkal konten kebencian, melarang iklan yang mengancam kelompok tertentu, dan menghapus konten yang memicu kekerasan.

Kemudian konten yang dinilai problematis, yaitu konten yang tidak masuk dalam kedua kategori itu, akan ditandai oleh Facebook.

“Kami segera memberi label beberapa konten yang kami biarkan karena dianggap layak diberitakan,” sebut Zuckerberg.

(LH)

About author

Related Articles