ADdiction

Gojek dan Tokopedia Bakal Merger

Addiction.id-Jakarta. Gojek dan Tokopedia dikabarkan akan melakukan merger. Keduanya bahkan disebut telah menandatangani lembar persyaratan terperinci untuk menguji bisnis masing-masing secara tuntas, dilansir dari Bloomberg, pada Selasa (5/1).

“Kedua belah pihak melihat potensi sinergi dan ingin membuat kesepakatan sesegera mungkin dalam beberapa bulan mendatang,” ungkap sumber yang enggan dibeberkan namanya.

Penggabungan dua perusahaan ini diprediksi akan mendongkrak valuasi hingga USD 18 miliar atau sekitar Rp 250 triliun. Pun keduanya akan merambah sangat luas, dari layanan jasa transportasi, pembayaran, belanja, hingga pengiriman online.

Selain itu, ada sumber lain yang mengatakan bahwa diskusi terkait merger Gojek dan Tokopedia dilakukan setelah pembicaraan kesepakatan antara Gojek dan pesaingnya, Grab, buntu di tengah jalan.

Sebelumnya, CEO Grab Anthony Tan disebut menolak permintaan Masayoshi Son dari SoftBank Group Corp. untuk menyerahkan sebagian kendali dalam entitas gabungan dengan Gojek.

Diskusi Grab dan Gojek memang mandek setelah bertahun-tahun. Barulah pada Desember lalu, keduanya disebut telah membuat kemajuan substansial dalam kesepakatan. Namun, mereka berselisih terkait bagaimana mengelola pasar di Indonesia.

Masayoshi Son, yang menjadi pendukung setia Anthony Tan, kehilangan kesabaran lantaran co-founder Grab itu enggan menyerahkan kendali.

Akhirnya, Masayoshi bersama SoftBank justru mendukung Gojek dan Tokopedia bermerger. Keduanya pun memiliki investor yang sama, seperti Google, Temasek Holdings Pte, dan Sequoia Capital India.

Menanggapi respons merger tersebut, Tokopedia mengaku belum bisa berkomentar. Demikian pula pihak dari Gojek.

“Maaf sekali belum bisa berkomentar mengenai rumor pasar,” ujar VP Corcom Tokopedia Nuraini Razak, Selasa (5/1).

“Kami tidak dapat memberikan komentar terhadap rumor dan spekulasi di pasar,” kata Chief Corporate Affairs Gojek Nila Marita, Selasa (5/1).

Sementara itu, seorang pengamat yakni Direktur Eksekutif ICT Heru Sutadi menilai bergabungnya Gojek-Tokopedia akan menjadi perkawinan serasi.

Ia melihat keduanya akan semakin memperkuat ekosistem di bisnis digital di Indonesia, di mana Tokopedia akan menjadi next decacorn menyusul Gojek.

“Sehingga, baik Gojek maupun Tokopedia akan jadi pemain ride hailing dan e-commerce nomor satu di Indonesia. Dampaknya akan sangat menguntungkan bagi keduanya,” komentar Heru.

Lebih lanjut, menurut Heru, bagi ekonomi digital nasional, keduanya kontribusi dalam membuka lapangan kerja, perpajakan, mempertemukan penjual dan pembeli, penyedia layanan, dan pengguna layanan.

“Dengan demikian, diharapkan pergerakan ekonomi digital nasional pada 2025 mencapai USD 200 miliar bisa tercapai,” tutupnya.

(LH)

About author

Related Articles