ADdiction

Facebook Larang Iklan yang Bikin Enggan Divaksin

Addiction.id-Jakarta. Jejaring sosial Facebook mengampanyekan informasi tentang kesehatan masyarakat. Utamanya mengenai vaksin flu. Berbarengan dengan ini, perusahaan akan melarang iklan yang menghalangi orang untuk divaksinasi.

Hal itu berkebalikan dari kebijakan Facebook sebelumnya, yang tetap mengizinkan iklan yang menolak vaksin jika tak ada klaim palsu dan tak mengandung informasi yang salah.

Kendati begitu, perusahaan masih mengizinkan iklan yang mendukung atau menentang undang-undang atau kebijakan pemerintah tentang vaksin, termasuk vaksin Covid-19.

Konten dan diskusi antivaksin akan tetap diizinkan tampil di platform, termasuk di grup Facebook, dikutip dari Guardian, Rabu (14/10).

Guardian melaporkan adanya lonjakan unggahan antivaksin di Facebook pada musim panas ini.

Juru bicara Facebook menyebut kebijakan periklanan lebih ketat daripada standar komunitas yang berlaku bagi tiap individu.

Selain kebijakan soal iklan, Facebook juga punya kebijakan lain, seperti menandai pernyataan palsu untuk pemeriksaan fakta.

“Jika kami menghapus semua rumor dan hoaks, konten tersebut akan tetap tersedia di tempat lain di internet, ekosistem media sosial,” ungkap juru bicara itu.

Ia menambahkan, perusahaan secara terbuka memberi wadah bagi orang-orang untuk mendapat informasi dan konteks penting, alih-alih menciptakan kekosongan informasi.

Pihak Facebook pun mengatakan akan memberlakukan peraturan baru tersebut dalam beberapa hari ke depan.

Diketahui, perubahan kebijakan itu terjadi karena Facebook menghadapi tekanan dari anggota parlemen dan kelompok kesehatan masyarakat untuk menindak informasi yang salah dan konten antivaksin.

(LH)

About author

Related Articles