ADdiction

Exposure Draft Pernyataaan Standar Akuntansi Keungan (PSAK)

Pada tanggal 18 Agustus 2016, Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK IAI) mengeluarkan Exposure Draft Pernyataaan Standar Akuntansi Keungan (PSAK) 70: Akuntansi Aset dan Liabilitas Pengampunan Pajak, yang bertujuan untuk mengatur perlakuan akuntansi atas asset dan liabilitas yang timbul dari pengampunan pajak, sesuai dengan UU No. 11/2016 tentang “Pengampunan Pajak”

Dalam ED PSAK 70 Paragraf 04, pada saat Wajib Pajak menerima Surat Keterangan, maka entitas dalam laporan keuangannya:

  • Mengakui asset dan liabilitas pengampunan pajak jika pengakuan atas asset dan liabilitas tersebut disyaratkan oleh SAK;
  • Tidak mengakui suatu item sebagai asset dan liabilitas jika SAK tidak memperbolehkan pengakuan atas item tersebut dan
  • Mengukur, menyajikan, serta mengungkapkan asset dan liabilitas pengampunan pajak sesuai SAK yang relevan

Dalam hal ini, entitas menerapkan ketentuan dalam PSAK 25 : Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi dan Kesalahan (paragraph 41-53)

Namun ED PSAK 70 juga memberikan opsi bagi entitas pada saat pengakuan awal untuk mengukur asset dan liabilitas pengampunan pajak. Dalam hal ini, Aset Pengampunan Pajak diakui sebesar biaya perolehan asset pengampunan pajak sedangkan Liabilitas Pengampunan Pajak diakui sebesar kewajiban kontraktual untuk menyerahkan kas atau setara kas untuk menyelesaikan kewajiban yang berkaitan langsung dengan perolehan asset pengampunan pajak.

Dengan demikian, entitas mengakui selisih antara asset pengampunan pajak dan liabilitas pengampunan pajak sebagai bagian dari Tambahan Modal Disetor di Ekuitas. Opsi ini diterapkan secara prospektif dan laporan keuangan untuk periode sebelum tanggal efektif PSAK ini tidak perlu disajikan kembali.

Aset dan Liabilitas Pengampunan Pajak disajikan terpisah dari asset dan liabilitas lainnya dalam Laporan Posisi Keuangan dan tidak dilakukan saling hapus antara asset dan liabilitas pengampunan pajak.

Uang tebusan yang dibayarkan Entitas diakui dalam laba rugi pada periode disampaikannnya Surat Pernyataan Harta.

Selanjutnya, pengukuran setelah pengakuan awal asset dan liabilitas pengampunan pajak mengacu pada SAK masing-masing yang relevan. Begitu pula untuk kriteria penghentian pengakuan atas masing-masing asset dan liabilitas pengampunan pajak sesuai dengan ketentuan SAK yang relevan.

Exposure Draft PSAK 70: Akuntansi Aset dan Liabilitas Pengampunan Pajak

 

Tagged with:

About author

Related Articles