ADdiction

Etika Pariwara Indonesia Termutakhir Setelah Amendemen Keempat

Addiction.id-Jakarta. Masyarakat begitu dinamis. Ia dan komponennya akan bereaksi dengan segala perubahan yang terjadi di sekitarnya. Secara sosiologis, ada dua kemungkinan reaksi masyarakat saat dihadapkan dengan perubahan: menerima atau menolak.

Sebagaimana diketahui bahwa globalisasi adalah suatu keniscayaan. Siapa pun sulit untuk mengelak dampak yang dibawanya, seperti perkembangan teknologi yang beriringan dengan digitalisasi.

Jika masyarakat tidak segera ambil sikap, yang tersisa hanyalah ketertinggalan lantaran tergerus perubahan, yang tak bisa dihadapi dan dicari solusinya. Oleh karena itu, perlu sikap terbuka dan bijak untuk memandang suatu perubahan.

Hal tersebut berlaku untuk seluruh bagian masyarakat. Salah satunya para pelaku periklanan.

Menimbang ragam polemik di era digital ini, para pelaku periklanan berinisiatif mengamendemen Kitab Etika Pariwara Indonesia untuk menyesuikan zaman.

Diketahui, amendemen yang keempat ini dinilai perlu. Sebab telah banyak perkembangan teknologi dan perubahan struktur ekosistem periklanan yang terjadi di industri periklanan dalam lima tahun belakangan. Sayangnya, belum tercakup dalam kitab Etika Pariwara Indonesia lama.

Oleh karena itu, para pelaku periklanan berembuk untuk merumuskan Etika Pariwara Indonesia. Adapun Etika Pariwara Indonesia yang telah diamendemen itu telah disahkan per 20 Februari 2020.

Untuk selengkapnya, silahkan klik dan unduh Etika Periklanan Indonesia di link berikut. http://addiction.id/wp-content/uploads/2020/05/Etika-Pariwara-Indonesia-20.02.2020-4.pdf

About author

Related Articles