ADdiction

#EatStayLove, Kampanye Sasa Permudah Masyarakat Jalani Physical Distancing

Addiction.id-Jakarta. Demi menekan angka penyebaran virus corona, pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap tinggal di rumah.

Momen tersebut memicu perusahaan bumbu penyedap rasa PT Sasa Inti untuk berkontribusi di masa pandemi ini. Perusahaan ini bersama  partner creative komunikasinya, Finch Creative Agency, mengampanyekan #EatStayLove.

Melalui kampanye tersebut, masyarakat diharapkan saling berbagi dengan cara yang mudah dan menyenangkan.

Presiden Direktur PT Sasa Inti Rudolf Tjandra mengatakan, kampanye itu merupakan cara yang paling mudah untuk mengajak masyarakat agar saling membantu dan berbagi meski dari rumah.

“Saya dan tim juga berharap bahwa kampanye ini dapat memberikan dampak positif yang lebih besar baik untuk pencegahan penyebaran COVID-19 maupun dalam segi perekonomian, jadi konsepnya kamu bisa beli 1 tapi support 2 hal. Kami juga yakin, dengan masak dari rumah aja, bisa menghangatkan satu keluarga,” terangnya dalam rilis.

Dengan tagline “CUKUP MAKAN BUAT BISA KASIH MAKAN”, PT Sasa Inti merilis paket bundle yang berisi berbagai macam produk bumbu penyedap masakan.  Harapnnya, penerima paket lebih mudah menerapkan physical distancing. 

Adapun konsep yang diusung PT Sasa Inti berprinsip:

  • EAT, masyarakat bisa makan enak dengan beragam produk Sasa di rumah,
  • STAY, masyarakat tetap di rumah untuk mencegah penyebaran COVID-19,
  • LOVE, cara agar tetap dapat membantu mereka yang terpaksa harus bekerja di luar rumah dan bantu usaha kecil mencegah yang terkena imbas COVID-19.

Perihal distribusi paket bundle, PT Sasa Inti bekerja sama dengan  Aksi Cepat Tanggap (ACT).  Lebih dari 20.000 paket dapat dibeli melalui beberapa e-commerce seperti Tokopedia, Lazada dan Shopee.

Adapun paket terdiri dari 3 jenis dengan range harga  Rp30.000–Rp80.000. Pembeli pun otomatis mendapatkan tote bag setiap pembelian 1 paket #EatStayLove ini.

Hasil dari penjualan paket #EatStayLove ini nantinya akan didonasikan kepada para pekerja harian dan pengusaha UKM–yang harus keluar rumah dengan harapan mereka dapat terbantu dalam situasi yang tidak menentu seperti saat ini. (LH)

About author

Related Articles