ADdiction

Disebut Memonopoli Pasar Iklan Hingga Peta Digital, Google Diminta Melepaskan Sejumlah Bisnisnya

Addiction.id-Jakarta. Google kembali menjadi sorotan, terlebih lagi dari para pesaingnya. Perusahaan raksasa ini diduga memonopoli dan mendominasi pasar pencarian online. Belum lagi, Google memiliki bisnis periklanan dan penawaran perangkat lunak lain, seperti Chrome dan sistem operasi seluler Android.

Menimbang hal itu, Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) diminta untuk membujuk Google agar menjual bisnis iklan dan mesin pencari Chrome. Diketahui, memang saat ini lembaga ini tengah menginvestigasi sejumlah perusahaan besar di AS yang dituding melakukan monopoli.

“Perusahaan yang menempati posisi dominan absolut di bidang pencarian online umum adalah Google. Ini menyumbang 81% dan 94% dari kueri penelusuran umum di komputer desktop dan perangkat seluler di AS, masing-masing,” demikian tulis laporan Komite Anti Monopoli Pemerintah AS.

Komite ini juga menyatakan bahwa Google telah menciptakan kerajaan monopoli yang sangat besar. Monopoli Google, lanjutnya, lebih mengutamakan layanan dan produk sendiri untuk menekan persaingan dan mendominasi semua pasar–dari iklan digital hingga peta.

Laporan tersebut juga menyebut perkembangan bisnis cloud Google dan rencana akuisisi Fitbit semakin memperkuat dugaan monopoli. Google pun disebut menyalahgunakan posisinya sebagai pemimpin pencarian online.

Untuk itu, Komite menyarankan Kongres untuk mengubah undang-undang antimonopoli. Tujuannya untuk meminta Google melepaskan sejumlah bisnisnya dan mempersulit akuisisi.

Solusi tersebut kemudian diajukan oleh Departemen Kehakiman AS. Jika solusi itu dikabulkan, maka ini menjadi perintah penjualan pertama dari pengadilan AS dalam beberapa dekade ini.

Berdasarkan sumber internal, pihak otoritas setempat masih membahas bagaimana cara mengurangi cengkraman Google atas pasar iklan digital global senilai US$162,3 miliar.

Sejauh ini, berbagai departemen belum memberi keputusan mengenai hal tersebut. Diketahui, dalam mengambil keputusan, jaksa penuntut akan meminta pendapat para pakar periklanan, pesaing industri, dan media lain.

Departemen Kehakiman juga tengah menyiapkan gugatan terpisah yang menuding Google telah memonopoli pasar pencarian online, dilansir dari GizChina pada Selasa (13/10). Gugatan ini kemungkinan diajukan pekan depan. Mengenai hal ini, juru bicara Google dan Kementerian Kehakiman menolak berkomentar.

Untuk diketahui, tudingan monopoli tidak hanya menyasar pada Google. Tetapi, perusahaan Amazon, Apple, dan Facebook pun dituding serupa.

(LH)

About author

Related Articles