ADdiction

Dikenakan Pajak, Biaya Langganan Netflix Kemungkinan Naik

Addiction.id-Jakarta. Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan mulai menarik pajak terhadap pembelian produk digital dari luar negeri pada 1 Juli 2020. Adapun pajak yang dikenakan yakni pajak pertambahan nilai (PPN)  sebesar 10%.

Pengenaan PPN pada produk digital ini akan menjadi tanggungan para konsumen.

Namun, menurut  Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA), jika  PPN sebesar 10% dianggap terlalu tinggi oleh konsumen, maka pihak penyedia jasa digital bisa ikut menanggungnya. Sehingga beban yang diberikan kepada konsumen tidak seluruhnya 10%.

Salah satu contoh penyedia produk digita luar negeri yang populer di Indonesia ialah layanan streaming Netflix.

Terkait kebijakan tersebut,  pihak Netflix mengaku masih belum bisa memberi pernyataan secara rinci. “Belum ada pernyataan dari kami, kalau sudah ada akan kami informasikan. Terima kasih,” ungkap pihak Netflix (19/05).

Diketahui sebelumnya, produk digital yang dimaksud adalah barang tidak berwujud maupun jasa oleh konsumen di dalam negeri. Proses pemungutan, penyetoran, dan pelaporan PPN dilakukan oleh pelaku usaha perdagangan melalui sistem elektronik (PMSE).

Menurut Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas DJP Hestu Yoga Saksama, pelaku usaha PMSE ialah pedagang/penyedia jasa luar negeri, penyelenggara PMSE luar negeri, atau penyelenggara PMSE dalam negeri yang ditunjuk oleh Menteri Keuangan melalui otoritas pajak tanah air.

Ia mengatakan, aturan ini merupakan upaya pemerintah untuk menciptakan kesetaraan berusaha alias level playing field bagi semua pelaku usaha. “Khususnya antara pelaku di dalam negeri maupun di luar negeri, serta antara usaha konvensional dan usaha digital,” ujar Hestu, Jakarta (15/05).

Aturan perdagangan ini sudah diatur oleh Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan.

Lebih lanjut Hestu menyatakan, dengan diberlakukannya aturan ini,  produk digital–seperti langganan streaming music, streaming film, aplikasi dan games digital, serta jasa online–dari luar negeri akan diperlakukan sama seperti produk konvensional yang dikonsumsi masyarakat sehari-hari yang telah dikenai PPN, serta produk digital sejenis yang diproduksi oleh pelaku usaha dalam negeri. (LH)

About author

Related Articles