ADdiction

Demi Streaming Gratis, Pengguna di Indonesia Rela Menonton Iklan

Addiction.id-Jakarta. Perangkat seluler menjadi medium yang paling digemari di Indonesia. Disebut pula, delapan dari 10 orang bersedia menonton iklan demi bisa streaming video gratis.

Hal itu sebagaimana hasil survei Integral Ad Science (AS), yang kemudian dituangkan dalam laporan bertajuk “Streaming wars-The Impact of Stay-at-Home Behaviours on CTV”.

Laporan itu pun menunjukkan bahwa sebanyak 76% konsumen menggunakan perangkat seluler untuk menonton video lewat internet. Sementara, 29% konsumen memilih Connected TV (CTV). Mereka kian menggandrungi konten streaming–baik layanan berlangganan maupun beriklan.

Diketahui, 89% konsumen di Indonesia melakukan  streaming konten gratis selama pandemi Covid-19. Lalu 83% di antaranya memilih layanan streaming berlangganan.

CTV kian marak ditemui di Indonesia. Sebanyak tujuh dari 10 konsumen memiliki akses CTV, dan 92% konsumen yang disurvei semakin sering menonton konten streaming saat pandemi.

Perihal kualitas dan relevansi iklan saat menonton video lewat internet, hampir enam dari 10 responden mengaku lebih menyukai iklan bermutu tinggi (penayangan iklan dalam kondisi yang baik) ketika menonton konten video streaming gratis. Selain itu, hampir setengah responden, yaitu 56%, mengatakan iklan harus relevan dengan konten yang ditontonnya.

Selain itu, konteks iklan dalam konten streaming pun menjadi pertimbangan konsumen untuk memerhatikan iklan. Menurut laporan survei tersebut, iklan-iklan dengan konteks yang relevan ditonton hingga selesai oleh 75% konsumen.

“Konsumen Indonesia sangat menyukai konten streaming yang didukung iklan (delapan dari 10 orang). Kalangan pemasar harus menjalankan strategi context control yang tepat sehingga iklan relevan dengan konsumen,” ungkap SVP Asia Pasifik IAS Laura Quigley, Senin (14/09.

“Musim belanja segera tiba, dan kami memperkirakan belanja iklan di perangkat seluler serta CTV akan melonjak pada triwulan keempat. Para pengiklan di Indonesia telah dianjurkan untuk memiliki strategi mitigasi atas tindak penipuan iklan (ad fraud) saat melakukan pembelian iklan pada perangkat seluler dan CTV, serta memanfaatkan viewability dan context control. Kami memiliki solusi-solusi tersebut, dan menjalin kerja sama dengan para pengiklan di Indonesia,” tutur dia.

LH

About author

Related Articles