ADdiction

Dampak Covid-19: Bisnis Periklanan Turun Tajam, Influencer Jadi Satu Peluang Pemasaran

Addiction.id-Jakarta. Pandemi virus corona berdampak besar pada dunia usaha, begitu juga dengan industri periklanan. Perusahaan-perusahaan yang memotong biaya pemasaran, mengakibatkan industri periklanan menurun tajam.

Meski demikian, ada segmen di ruang iklan yang mendapatkan perhatian lebih dari beberapa merek. Pemasaran melalui influencer untuk brand yang terkait dengan pencegahan Covid-19, terlihat banyak mendapatkan perhatian lebih.

Saat ini, merek-merek tersebut tertarik untuk membuat konten menggunakan influencer sebagai marketing. Influencer memiliki kemampuan potensial untuk membuat konten dari kediaman mereka, dengan menggunakan platform ternama seperti TikTok atau Instagram.

Mengutip Moneycontrol, Kamis (26/3) Chief Marketing Officer NoFilt, sebuah perusahaan India yang menghubungkan merek dengan influencer, Prashant Sharma mengatakan, influencer membuat konten dari rumah selama ada aturan untuk bekerja dari rumah. “Saat ini platform yang paling diminati adalah Tiktok,” ujarnya.

Sharma menyebut beberapa influencer top seperti Nagma Mirajkar yang memiliki pengikut 13.1 juta on TikTok, Awez Darbar dengan pengikut 23.2 juta, dan Mr.mnv aka Manav mempunyai 6.3 juta pengikut.

Ia menyebut, influencer memiliki jangkauan yang cukup luas. Mereka tidak hanya membantu dalam kesadaran akan kebersihan dan kesehatan, tapi juga mengerek penjualan produk kekebalan tubuh.

“Situasi saat ini memaksa orang diam di rumah, telah mendorong merek untuk lebih kearah digital, karena orang menghabiskan waktu online dirumah,”tambahnya.

Sementara itu CEO and Co-founder, Buzzoka , Ashutosh Harbola, memaparkan, perusahaan telah “dipaksa” untuk bekerja lebih banyak dengan influencer dan pembuat konten untuk memastikan konten diterjemahkan dengan kreatif ke target audiens.

“Kami mencatat kenaikan 25%-30% dalam beberapa minggu terakhir. Berdasarkan skenario, angka ini bisa terus meningkat dalam 15-20 hari ke depan,” ujar Buzzoka.

“Pemasaran melalui influenser sangat berguna bagi merek untuk mencapai target audiens mereka. Bahkan perusahaan sekarang melihat ini sebagai satu kesempatan untuk melayani dan lebih terlibat dengan audiens,” tambahnya.

Saat ini, platform TikTok memimpin. Sebab, di platform ini hanya butuh waktu setengah jam hingga satu jam saja untuk membuat konten video. Berbeda dengan Instagram yang membutuhkan waktu sehari.

“Kami melihat penurunan konten di Instagram, merek kini beralih ke TikTok,” tandas Sharma.

About author

Related Articles