ADdiction

Chatib Basri: Perekonomian Indonesia Ditopang Perdagangan Domestik

Addiction.id – Jakarta. Dalam acara “Indonesia 2020, Business Outlook” yang digelar oleh Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I) DKI Jaya di Jakarta, (4/3), ekonom sekaligus mantan Menteri Keuangan RI Chatib Basri menyatakan, di tengah ketidakpastian global saat ini, Indonesia memiliki keunikan tersendiri.

Dalam acara yang didukung oleh Persatuan Radio Swasta Siaran Nasional Indonesia DKI Jaya tersebut, Komisaris Utama Bank Mandiri ini juga mengatakan Indonesia masih bisa tumbuh sampai 4,9 persen. “Bandingkan dengan Singapura yang hanya tumbuh setengah persen,” katanya.

Lebih lanjut Chatib Basri mengatakan, “ Indonesia ditopang oleh perdagangan domestik, sedangkan Singapura oleh perdagangan Internasional, jadi ketika Amerika, China collapse mereka juga ikut collapse,” jelasnya.

Ekonom UI tersebut juga menegaskan, ada dua hal yang terjadi di tengah krisis–di bidang ekonomi–dunia saat ini. “Pertama, collapse permintaan. Dan kedua, collapse supplier,” jelasnya.

Ia mengingatkan, posisi China dalam perdagangan internasional sangat penting.

“Banyak barang jadi di dunia ini disupply dari China. Dia memproduksi barang jadi. Yang beli Eropa, AS, dan lain-lain. Saat China collapse, dia ga bisa memasok barang yang dibutuhkan peminta. Yang biasanya memasok dari China, ga tahu harus memasok dari mana. Ini namanya demand shock,” jelas Chatib.

Ketika China mengalami krisis, maka negara yang telah bergantung padanya tentu terdampak.

“Seperti begini: cara terbaik menghindari perceraian adalah tidak menikah. Itu sama dengan perdagangan internasional. Cara mengurangi resiko integrasi global adalah dengan tidak berdagang,” tuturnya, disambut riuh tawa peserta.

About author

Related Articles