ADdiction

Bukan dari Jual Data Pengguna, Mayoritas Pendapatan Google dari Iklan

Addiction.id-Jakarta. Google mengaku tidak menjual dan memanfaatkan data pribadi pengguna untuk mencari keuntungan. Demikian ungkap Product Manager Google Greg Fair, di acara Bersama Google Temukan Pembaruan untuk Jaga Privasi & Keamanan Informasi Anda secara virtual, Selasa (30/6).

“Kami tidak menjual informasi Anda kepada siapa pun dan kami tidak menggunakan informasi Anda untuk menghasilkan uang. Ini yang saya sering dengar,” pungkas Fair, dikutip dari CNN (1/7).

Ia menjelaskan bahwa Google hanya menggunakan informasi untuk membangun produk dan meningkatkan layanannya. Misalnya, lanjut dia, bagaimana ia dan tim mengarahkan pengguna yang menggunakan Google Maps, yang sangat membutuhkan informasi lokasi pengguna.

Namun, Fair mengatakan pihaknya memanfaatkan sedikit informasi untuk keperluan periklanan, yang termasuk model bisnis Google.

“Beberapa data digunakan untuk iklan dan itu adalah bagian dari model bisnis kami tetapi sebenarnya ada bagian yang sangat kecil dari data yang kami gunakan. Misalnya, Anda sedang mencari restoran makanan Thailand terdekat dari rumah Anda, maka kami akan menyajikan daftar restoran itu yang memasang iklan di platform kami,” jelas Fair.

Terkait bisnis iklannya, pada kuartal pertama 2018, pendapatan Google sempat menembus angka US$31,16 miliar atau setara dengan Rp441,4 triliun (US$1 = Rp14,240).

Pertumbuhan Google didominasi oleh pendapatan iklan yaitu US$26,6 miliar atau sekitar Rp370 triliun. Artinya 85,3% pendapatan Google disokong dari iklan.

Selain itu, CEO Google Sundar Pichai dan kawan-kawannya menawarkan metode iklan melalui Google Adwords (Google Ads). Google Ads merupakan fitur iklan berbayar yang muncul di pencarian Google. Untuk dapat menampilkan iklan berbayar tersebut, pengiklan harus membayar agar iklan bisa ditampilkan dengan kata kunci tertentu yang relevan dengan produk dan jasa.

Bagi pengiklan, membuat keyword tertentu itu penting agar beriklan bisa tepat sasaran, jika beriklan melalui perantara Google Adwords. Sehingga hasil pencarian produk bisnis perusahaan bisa bertengger di pencarian atas Google. (LH)

About author

Related Articles