ADdiction

Bisnis Beralih ke Daring, Berdayakan Platform Medsos dan Tools-nya

Addiction.id-Jakarta. Memulai bisnis lewat daring bukanlah hal sulit. Demikian ungkap Country Director Facebook Company Indonesia Pieter Lydian, saat di diskusi daring bertajuk “Tips Bisnis bagi UMKM untuk Menghadapi New Normal”, Sabtu (20/06) malam.

Ia mengatakan bahwa siapa saja bisa memberdayakan platform media sosial untuk berbisnis. Misalnya, Instagram. Namun, lanjutnya, pebisnis mesti tahu dan memaksimalkan tools yang ada di platform tersebut.

“Penting sekali untuk ngulik tools pada platform, karena ada banyak sekali pemula yang kurang memanfaatkan tools yang ada. Padahal banyak keuntungannya,” tutur Pieter.

Ia mencontohkan bahwa Instagram memiliki fitur stiker dan Gift Card yang dapat digunakan untuk memaksimalkan penjualan pebisnis semacam UMKM.

“Dari Gift Card, konsumen bisa dapat produk dan juga voucher discount. Buat yang dagang, ini akan bantu cash flow karena ‘kan gift dibeli duluan,” katanya.

Dalam pengelolaan akun, Pieter menyarankan agar pelaku usaha membuat akun khusus untuk bisnis. Dengan membuka akun bisnis, pebisnis bisa melihat algoritma untuk melihat gender, perilaku konsumen, dan kapan waktu tepat untuk posting.

“Berdasarkan data, pada segmen explore di akun bisnis, dua per tiga bukan follower kita. Jadi manfaatkan betul,” terangnya.

Diketahui, pembuatan akun bisnis di Instagram tidak berbayar alias gratis.

Setelah punya akun bisnis, sambung Pieter, pebisnis harus punya etalase yang menarik. Hal ini penting demi mengundang banyak pengunjung.

“Enam poster pertama adalah kuncinya, karena itu yang pertama kali dilihat. Yang harus diingat, konten kita bersaing dengan konten lainnya. Jadi, betul-betul harus dibuat semenarik mungkin. Setelah fit, next ke IG Story di mana kita bisa tampilkan konten menarik, kuis, dan bikin polling,” jelasnya.

IG Story memungkinkan pemiliki akun mengunggah video, dengan durasi maksimal 15 detik. Meski terbatas, kata Pieter, waktu singkat ini mesti diberdayakan untuk menampilkan hal menarik. “Karena video itu 5 kali lebih menarik daripada postingan berupa gambar atau foto,” imbuhnya.

Selain itu, Pieter mengatakan, untuk mengunggah tampilan produk, pebisnis sangat disarankan menggunakan tagar. Tujuannya untuk memudahkan konsumen mencari produk yang dicari.

Sekadar informasi, saat masuk periode PSBB transisi atau new normal, ada 10 tagar yang popular di Instagram, yakni fashion, hijab, baju murah, new normal, gamis, online shop, gamis syar’i, hijabers, hijab style, dan dress.

Bagi pemula, Pieter menyarankan untuk mengoptimalkan fitur tidak berbayar terlebih dahulu. “Kalau usaha sudah mulai menguntungkan, baru kita pakai yang berbayar. Seperti di Instagram ada iklan berbayar atau IG ads,” lanjutnya.

IG ads sendiri menurut Pieter tidaklah mahal. Hanya Rp 20 ribu per hari. Di IG ads, pebisnis bisa menggaet orang-orang yang terdekat dengan lokasinya. Juga, bisa melihat target pasar dengan melihat interest seseorang terhadap produk tertentu.

Lebih lanjut, Pieter mengingatkan agar para pebisnis untuk terus berusaha dan bersabar dalam menjalankan usaha berbasis daring.

Bagi yang belum banyak memiliki pengikut atau follower, ia menyarankan untuk tidak membeli follower.

“Nggak ngefek beli follower, karena mereka bukan target market kita. Gimana cara punya follower banyak? Mesti rajin dan semua butuh waktu dan perbanyak interaksi dengan customer,” tandasnya.

About author

Related Articles