ADdiction

Netizen yang Dapat Iklan di Medsos Dipajaki 10%

Addiction.id-Jakarta. Dua puluh delapan perusahaan digital telah ditunjuk oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) untuk memungut pajak pertambahan nilai (PPN) kepada pengguna jasanya.

Sejumlah perusahaan yang ditunjuk di antaranya yaitu perusahaan media sosial seperti, Tiktok, Facebook, dan Twitter.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP Hestu Yoga Saksama memaparkan, PPN diberlakukan bagi pihak-pihak yang memasang iklan di platform media sosial tersebut.

“Itu untuk yang pasang iklan dan membayar ke sosial media tersebut. Sekarang kan ada Tiktok for Business dan lain-lain,” ungkal Hestu, Rabu (09/09).

Ia menjelaskan, pihak-pihak hanya memiliki akun namun tidak menggunakannya untuk berbisnis atau beriklan, maka tidak ditarik PPN.

Diketahui, besaran PPN yang ditarik ialah 10% dari harga sebelum pajak. “Untuk yang sekadar punya account saja, tidak ada PPN yang dikenakan,” ungkap dia.

Pada Juli lalu, DJP mulai menunjuk platform untuk memungut PPN. Mulanya hanya, ada enam platform yang ditunjuk oleh DJP untuk menarik PPN per Agustus 2020. Namun, pihaknya enggan merinci besaran PPN yang telah dipungut oleh keenam platform tersebut.

“Mereka mulai pungut Agustus, pembayaran akhir bulan berikutnya jadi pada akhir bulan September ini,” ucap dia.

(LH)

About author

Related Articles