ADdiction

Belanja Iklan Digital Terprogram di Asia Pasifik Meningkat

Addiction.id-Jakarta. Pada semester pertama di 2020 telah terjadi pertumbuhan belanja iklan digital terprogram di Asia Pasifik. Hal ini sebagaimana laporan Integral Ad Science (IAS) dalam laporannya, “IAS Media Quality Report”, dikutip dari Indotelko, Senin (12/10).

Disebutkan bahwa Jepang memiliki brand risk tertinggi di dunia untuk mobile web display, yaitu 10,9%. Kemudian disusul Indonesia dengan 9,3%

Selain itu, Australia dikatakan sebagai negara teraman untuk video impression.

Lalu, Singapura memiliki brand risk yang terendah di dunia untuk desktop display.

Tercatat pula bahwa Indonesia memimpin segmen mobile web display dan Australia memimpin aspek mobile app display time-in-view di seluruh dunia

Australia (27,9 detik) memiliki rata-rata time-in-view tertinggi untuk mobile app display berkat kinerja programmatic inventory yang baik. Tercantum untuk pertama kalinya dalam publikasi ini, Indonesia memimpin segmen mobile web display time-in-view yang mencapai 25,2 detik, diikuti Australia (18,5 detik) dan Jepang (16,9 detik).

“Pertumbuhan belanja iklan digital terprogram (programmatic buy) yang baik kemungkinan besar terwujud berkat maraknya penggunaan pre-bid filter. Data ini dapat memberikan kepercayaan yang lebih besar di kalangan pengiklan Asia Pasifik untuk terus berinvestasi dalam iklan digital yang terprogram demi menambah efisiensi kampanye periklanan mereka pada berbagai platform,” jelas APAC MD, Integral Ad Science Laura Quigley.

“Pengiklan telah beralih memakai sejumlah teknologi kontekstual guna memastikan iklan mereka tidak ditayangkan di samping konten yang mengandung kebencian, sekaligus memperluas jangkauan konsumen,” lanjut dia.

Ad Fraud

Penayangan iklan desktop display memiliki tingkat ad fraud tertinggi pada seluruh kanal di dunia, yakni mencapai 0,8%. Indonesia disebut sebagai satu-satunya negara di Asia Pasifik dengan tingkat ad fraud di bawah rata-rata dunia (0,5%).

Tingkat ad fraud di Australia dan India tercatat sebesar 1,1%, sedangkan, Singapura memiliki tingkat ad fraud terendah kedua di seluruh dunia (2,1%).

Selain itu, mobile web video tetap menjadi inventori periklanan yang teraman dengan tingkat ad fraud yang lebih rendah, yaitu 0,3%.

Keterlihatan atau Viewability

Inventori Iklan Digital yang Terprogram tetap menjadi penggerak utama untuk aspek keterlihatan secara global. Sementara, Jepang dan Selandia Baru pertumbuhan tahunannya mencapai dua digit.

Video tetap menjadi format iklan yang paling sering ditonton di seluruh dunia. Australia mengungguli negara-negara lain dalam hal keterlihatan. Singapura berada di posisi kedua di Asia Pasifik (67,9%), sedikit lebih baik ketimbang rata-rata global (67,6%). Sementara, aspek keterlihatan di Jepang meningkat menjadi 51,9% dibandingkan 34,2% pada semester pertama 2019.

(LH)

About author

Related Articles