ADdiction

Banyak Ditutup, Ritel H&M di Indonesia Tetap Akan Dibuka

Addiction.id-Jakarta. Di tengah pandemi Covid-19, di mana perekonomian merosot, kebanyakan pemilik ritel menutup tokonya untuk efisiensi biaya pengeluaran. Namun, lain ceritanya bagi H&M di Indonesia.

Perusahaan apparel ini menyebutkan akan hadir di Makassar, Sulawesi Selatan, pada bulan ini. Padahal di tahun ini H&M secara global telah menutup 250 gerai.

Communications Manager H&M Indonesia Karina Soegarda telah mengkonfirmasi keabsahan informasi mengenai pembukaan gerai di Makassar. Ia mengatakan pihaknya melihat potensi pertumbuhan dan akan mengoptimalkannya, baik platform digital mau pun gerai fisik.

“Pandemi covid-19 mempercepat digitalisasi, yang sudah dapat kami lihat bahkan sebelum pandemi. Oleh karena itu, kami mengintegrasikan toko fisik dan toko online kami untuk mencapai bisnis model omni terbaik,” terangnya, Sabtu (3/10).

Menurut Karina, terlalu dini untuk berkaca pada keputusan H&M Global group dan menyandingkannya dnegan H&M Indonesia. Ia melanjutkan, kebijakan di setiap negara berbeda-beda, bergantung pada situasinya. Tak ayal bila, strategi dan optimalisasi portofolio bisnis pun disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

Karina memaparkan, laporan keuangan 9 bulan H&M Group berasal dari H&M Group global, artinya secara kolektif mencakup seluruh merek dalam grup seperti COS, Monki, Weekday, & Cerita Lain, H&M Home, ARKET, dan Afound.

“Terlalu dini untuk memberikan lebih banyak informasi mengenai penutupan toko daripada yang sudah dibagikan dalam laporan,” ungkap Karina.

Diketahui sebelumnya, manajemen H&M Global menuturkan pengurangan jumlah toko karena dampak pandemi covid-19 membuat konsumen beralih ke belanja online. Ada 5% dari total 5.000 gerai yang ditutup di seluruh dunia.

Perusahaan asal Swedia itu tercatat menutup sementara hampir 80% gerainya ketika puncak covid-19. Namun, memasuki periode Juni-Agustus kondisinya semakin membaik karena H&M mulai membuka toko bertahap.

Perbaikan tersebut juga didukung oleh pertumbuhan signifikan dan menguntungkan dari belanja online. Namun, penjualan H&M pada September masih turun 5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

(LH)

About author

Related Articles