ADdiction

Awasi Iklan Politik Hingga Dana Kampanye, Bawaslu Gaet Facebook

Addiction.id-Jakarta. Ruang iklan kampanye untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 diperluas hingga media massa. Hal ini sebagaimana keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang merupakan respons terhadap pandemi Covid–yang menghambat kampanye langsung.

Baru-baru ini, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) dikabarkan akan menggaet Facebook Indonesia. Tujuannya untuk melakukan pengawasan iklan politik dan dana kampanye.

Anggota Bawaslu RI Fritz Edward Siregar menerangkan bahwa Facebook akan membuat fitur baru berisi biaya iklan politik dalam Pilkada serentak 2020.

“Saya berterima kasih kepada Facebook Indonesia yang berkenan membuka fitur baru untuk melakukan fungsi pengawasan bersama Bawaslu,” ungkap Fritz di diskusi daring Bawaslu dan Facebook Indonesia, Senin (10/8), dikutip dari Republika berdasarkan laporan situs resmi Bawaslu RI.

Fritz menuturkan, bantuan dari Facebook bisa mempemudah pengawasan dan menangani pelanggaran di media sosial, terutama saat kampanye pasangan calon (paslon) kepala daerah secara daring.

Menurut keterangannya, Facebook Indonesia membuat fitur tambahan, yakni iklan politik. Melalui fitur ini, Bawaslu bisa memastikan transparansi data terkait penggunaan biaya iklan, konten, dan sumber pendanaan iklan pada Facebook.

“Jadi kita bisa tahu berapa biaya siapa yang membayar (iklan), sehingga saat mengawasi kita bisa melihat iklan ini sesuai dengan aturan atau tidak,” jelasnya.

Sementara itu, Putu Swaditya Yudha, selaku Manajer Mitra Pemerintah Facebook Indonesia,  mengatakan kendati paslon bisa beriklan secara terbuka, mereka memverifikasi yang jelas terkait pengelola iklan tersebut. Nantinya, lanjutnya, Bawaslu bisa memantau pergerakan iklan paslon dari fitur pustaka iklan itu.

“Nanti iklan ini bisa diawasi dari perangkat seluler atau desktop. Ini langkah baik Bawaslu bisa mengawasi secara komperhensif laporan lengkap terkait iklan dan dana yang telah dikeluarkan,” terang Putu.

Diketahui, masa kampanye paslon berlangsung pada 26 September hingga 5 Desember. Sedangkan, pemungutan suara serentak di 270 daerah akan berlangsung 9 Desember 2020. Ketentuan ini berdasarkan Peraturan KPU Nomor 5 Tahun 2020 tentang tahapan, program, dan jadwal penyelenggaraan Pilkada 2020.

(LH)

About author

Related Articles