ADdiction

Algoritma Facebook Blokir Iklan Fesyen Khusus Untuk Difabel

Addiction.id-Jakarta. Baru-baru ini, Facebook dibanjiri komplain pengiklan lantaran platform tersebut tak menayangkan iklan produk khusus untuk penyandang difabel.

Pihak Facebook sendiri mengaku bahwa masalah itu terjadi karena kecerdasaan buatan (artificial intelligence/AI) platformnya salah membaca konten. Imbasnya, iklan yang dimaksud itu dinilai melanggar kebijakan platform.

Untuk diketahui, algoritma—yang ditujukan untuk melindungi pengguna, yang dimiliki media sosial semacam Facebook dan Instagram—kerap salah mengidentifikasi produk fashion adaptif dan memblokirnya dari pandangan pengguna. Sehingga iklan yang kontennya menyerempet hal tersebut, akan diblokir karena dianggap mendiskriminasi pengguna yang difabel.

Merespons masalah itu, Facebook menuturkan melalui email, “Kami ingin membantu merek fesyen yang dikhususkan untuk penyandang difabel, dengan mencari pelanggan di Facebook. Beberapa daftar yang diajukan kepada kami seharusnya tak terdampak sistem kami dan sekarang telah dipulihkan,” tulisnya, dikutip dari NYTimes.

“Kami mohon maaf atas kesalahan ini dan sedang berupaya untuk meningkatkan sistem kami sehingga merek tidak mengalami masalah ini di masa mendatang,” sambungnya.

Sebelumnya, pemblokiran iklan itu dialami oleh Mighty Well, salah satu perusahaan pakaian yang segmentasinya ialah penyandang difabel. Salah satu produknya yang ditolak Facebook ialah zip-up hoodie abu-abu yang bertuliskan “I am immunocompromised—Please give me space” di dalam persegi panjang putih.

Penolakan itu terjadi lantaran algoritma Facebook menganggapnya sebagai pelanggaran kebijakan. Dalam hal ini, pelanggaran terhadap poin promosi produk dan layanan medis serta perawatan kesehatan, termasuk perangkat medis. Padahal produk yang dipromosikan itu bukan produk medis.

Tak terima, Mighty Well mengajukan banding. Hal ini memakan waktu berminggu-minggu, hingga akhirnya produk mereka diizinkan untuk diiklankan.

Sekadar informasi, rupanya ada enam perusahaan lain yang mengalami hal serupa, selain Mighty Well. Sejumlah di antaranya bahkan mengalami hal yang lebih parah.

Salah satu perusahaan harus menangani masalah ini setiap beberapa minggu sekali, ada pula yang melewati waktu panjang lantaran ratusan produknya ditolak algoritma Facebook. Ya, perusahaan harus mengajukan banding atas setiap kasus berdasarkan item per item.

(LH)

About author

Related Articles