ADdiction

Alasan Netflix Tak Menayangkan Iklan

Addiction.id-Jakarta. Selama ini, pecinta Netflix tak pernah takut akan munculnya iklan di tengah-tengah tontonan.

Berdasarkan keterangan salah satu pendiri Netflix, Reed Hastings, Netflix memang tidak mengandalkan penghasilan dari iklan. Pihaknya percaya bahwa mereka bisa membangun bisnis yang lebih baik tanpa iklan.

“Keputusan ini jelas bukanlah sebuah aturan. Tapi sebuah penilaian..sebuah kepercayaan kami bisa membangun bisnis yang lebih baik, bisnis yang lebih bernilai (tanpa iklan). Anda tahu, iklan terlihat mudah sampai Anda terlibat di dalamnya. Lalu, Anda menyadari jika Anda harus mengambil penghasilan iklan dari tempat-tempat lain karena pasar iklan total tidaklah bertumbuh, dan bahkan sekarang menyusut,” ungkap Reed, dikutip dari movieweb.com, Selasa (08/09).

Reed kemudian menjelaskan, keputusan perusahaan tidak menayangkan iklan bukanlah langkah atau aturan pasti. Namun, hanya sekadar melihat penilaian pelanggan untuk saat ini.

Sebagaimana diketahui, belakangan ini industri layanan streaming kian padat, seperti hadirnya HBO Max dan Peacock.

Reed mencontohkan, HBO Max tidak menayangkan iklan, tetapi hanya memberi cuplikan film atau acara yang akan datang. Perusahaan tersebut, kata dia, berhasil naik ke atas tanpa iklan. Maka dari itu, tidak ada alasan bagi Reed untuk merencanakan hal yang kemudian membikin Netflix memiliki kelemahan.

“Ada lebih banyak pertumbuhan dalam pasar konsumen dibandingkan dalam periklanan, yang cukup datar. Kami menjadi perusahaan go public 20 tahun yang lalu dengan saham 1 dollar dan sekarang harga sahamnya mencapai lebih dari $500. Jadi saya berkata jika strategi fokus langganan cukup berhasil. Tapi pada dasarnya kami berpikir jika strategi ini adalah kapitalisme terbaik dan bukan sekedar filosofi,” lanjut dia.

Sekarang, tidak menampilkan iklan ialah keputusan bisnis. Namun, Netflix harus berinvestasi lebih banyak untuk menunjang konten original. Biaya ini tentu akhirnya mesti ditanggung konsumen dengan kenaikan biaya berlangganan.

Memang ia tidak memaparkannya dengan gamblang, namun ia kemudian menyinggung hal itu dengan menyebut adanya kemungkinan Netflix menawarkan konten baru, misalnya olahraga.

“Saya ragu dengan berita, tapi olahraga, video gaming, konten yang dibuat pengguna, jika Anda berpikir kategori besar lainnya, suatu saat hal ini menjadi masuk akal. Tapi sekarang, Ted (CEO lainnya dan kepala konten Ted Sarandos) mengarahkan penggunaan uang miliaran dollar untuk film yang lebih besar, serial yang lebih besar, animasi tentu saja..Paling tidak dalam beberapa tahun ke depan, setiap konten yang memakai dollar,” jelas Reed.

Perihal biaya pembuatan konten film dan acara TV, saat ini Netflix memang melampaui studio film lainnya di Hollywood.

Perusahaan ini pun diketahui telah memiliki kurang lebih 200 juta pelanggan secara global. Ini membawa nama mereka merajai industri layanan streaming. Dengan ratusan juta pelanggan itu, tentunya perusahaan menyadari potensi pemasukan dari iklan yang akan sangat besar. Namun, saat ini Netflix tetap tak akan menghadirkan iklan.

(LH)

About author

Related Articles