ADdiction

Akibat Pandemi, Ruang Iklan Kampanye Pilkada Diperluas di Media Massa

Addiction.id-Jakarta. Pilkada 2020 segera dihelat. Namun, akibat konsekuensi pandemi Covid-19, kampanye menjadi terbatas lantaran pertemuan fisik dilarang.

Menimbang hal itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman menuturkan, KPU akan memperluas ruang kampanye bagi calon kepala daerah melalui iklan di media massa.

“Kegiatan yang berbentuk fisik itu akan dikurangi, diganti dengan kegiatan yang berbentuk daring, termasuk salah satunya adalah iklan,” terang Arief di diskusi virtual,  Rabu (05/08).

Ia melanjutkan, ruang kampanye di media massa cetak dan elektronik akan dibuka lebih lebar.

Kendati demikian, ia mengingatkan bahwa anggaran negara terbatas, sehingga tak  semua iklan kampanye akan dibiayai oleh KPU. Sebab KPU hanya membiayai iklan kampanye sesuai kemampuan negara.

“Karena menyadari kemampuan negara tidak banyak, maka nanti ruang itu akan kami buka lebih besar untuk dibiayai secara mandiri oleh peserta pemilu,” sambung Arief.

Ia menjelaskan, pembatasan pertemuan fisik diberlakukan untuk beberapa metode kampanye, seperti debat publik.

KPU telah merancang agar debat publik tak dihadiri jumlah massa yang besar. Sehingga, mereka yang hadir di ruangan bisa lebih mudah untuk tetap menjaga jarak.

“Kalau menurut protokol kesehatan maksimal 50% dari kapasitas ruangan. Jadi kalau kita adakan di ruangan berkapasitas 1000 orang maka maksimal 500 orang, ada kru, tim pendukung dan macem-macem,” jelas Arief.

Arief lebih lanjut mengatakan, hal-hal yang berkaitan dengan format, tema, hingga alur pelaksanaan debat, akan diatur di Peraturan KPU (PKPU), yang saat ini masih diproses dan akan segera dikonsultasikan dengan Komisi II DPR RI.

“Ini (PKPU) sudah dijadwalkan tanggal 24 Agustus rapat konsultasinya,” imbuhnya.

Diketahui, mulanya pemungutan suara Pilkada akan digelar pada 23 September. Namun, karena pandemi Covid-19, pencoblosan diundur hingga 9 Desember 2020.

(LH)

About author

Related Articles