ADdiction

Ada 105 Iklan Kampanye Pilkada Langgar Aturan

Addiction.id-Jakarta. Sebanyak 105 iklan kampanye pilkada di media sosial disebut telah melanggar aturan. Hal ini sebagaimana laporan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI.

Menurut keterangan Anggota Bawaslu RI Fritz Edward Siregar, seluruh iklan kampanye itu aktif selama masa kampanye (khusus di luar iklan). “Itu yang bertentangan dengan PKPU 13/2020 terkait dengan jadwal pelaksanaan kampanye,” imbuhnya saat konferensi pers, Jakarta, Rabu (18/11).

Secara rinci, pelanggaran iklan kampanye itu terjadi di waktu yang berbeda. Ada 49 iklan kampanye aktif per 21 Oktober, 12 iklan aktif per 29 Oktober, 20 iklan kampanye aktif per 6 November dan 24 kampanye aktif per 13 November.

Fritz melanjutkan bahwa iklan-iklan tersebut ditelusuri melalui Ads Library Facebook.

Kemudian ia menjelaskan bahwa seharusnya iklan kampanye pilkada tidak boleh ditayang pada saat ini. “Iklan itu baru dapat dilaksanakan 14 hari sebelum hari pemungutan suara” jelasnya.

Lantas Bawaslu meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) untuk menurunkan seluruh iklan yang telah melanggar peraturan itu.

Selain itu, Bawaslu juga meminta Kemenkominfo untuk menumpas 182 pelanggaran konten internet karena melanggaran Undang-Undang Pemilu, UU ITE, dan KUHP.

“Misalnya, hoaksnya mengenai penundaan pilkada atau pilkada tidak jadi dilaksanakan,” lanjut Fritz.

Diketahui hingga 18 November, Bawaslu dan Kemenkominfo mebemukann 38 konten hoaks terkait pilkada.

Lebih lanjut, Fritz mengatakan, seluruh laporan, baik dari Kemenkominfo, Pengawas Pemilu, maupun masyarakat yang dinyatakan melanggar, akan diturunkan dari media sosial.

(LH)

About author

Related Articles