ADdiction

6 Kampanye Sosmed yang Mengubah Dunia Iklan

Addiction.id-Jakarta.  Media sosial telah menjadi bagian besar dari kehidupan dalam 5-6 tahun terakhir, dan industri periklanan dapat mengambil kesempatan untuk ikut dalam gempita dunia sosial media.

Beberapa platform media sosial terkenal  muncul, misalnya Facebook, yang hadir 2004, Twitter yang muncul dua tahun kemudian, atau Instagram yang lahir belakangan di 2010.

Namun, sangat sedikit dari kampanye media yang benar-benar merangkul kekuatan sosial media dengan mengubah industri, dengan memaksanya untuk melihat alat komunikasi penting sebagai penyebar ide dan menjangkau pelanggan.

Berikut ini daftar enam kampanye di sosial media yang berhasil menjadi hits:

1. Ice Bucket Challenge (ALS Association)

Apa itu Ice Bucket Challenge? Tantangan ini seringkali disebut ALS Ice Bucket Challenge yaitu berupa mengguyur badan dengan seember air es di kepala seseorang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan penyakit sclerosis lateral amiotrofik atau ALS dan mendorong sumbangan untuk penelitian penyakit tersebut. ALS adalah penyakit langka yang menyerang sistem sel-sel saraf otak dan sumsum tulang belakang. Ilmuwan Stephen Hawking adalah satu dari sekian banyak penderita ALS.

Ice Bucket Challenge menjadi tren di tahun 2014, bahkan banyak selebriti dunia ikut dalam tantangan ini, seperti Tom Cruise, Charlie Sheen, Robert Downey Jr, sampai eksekutif teknologi Bill Gates dan Mark Zuckerberg.

Kampanye yang awalnya dikritik dan dianggap main-main itu ternyata benar-benar menghasilkan manfaat. Tahun 2016, ALS Association melaporkan perolehan dana sebesar  USD115 juta dalam delapan pekan kampanye tersebut.

2. Will It Blend (Blendtec)

Kampanye pemasaran ini berpusat sekitar blender makanan. Kampanye ini membuat video yang menunjukkan bahwa blender memadukan segalanya. Beberapa video paling populer mereka menunjukkan pencampuran elektronik mahal seperti iPhone.

Kampanye ini menjadi viral karena memanfaatkan minat pengguna untuk menonton hal-hal cepat dan ludu di YouTube. Yang mengejutkan, sejak muncul tahun 2006, hingga sekarang sekitar 160 juta sudah menontonnya.

3. Smell Like a Man, Man (Old Spice)

Iklan dengan durasi 30 detik ini awalnya diluncurkan untuk memasarkan Old Spice’s Red Zone After Hours Body Wash, namun kemudian diperluas dengan memasukkan produk lainnya untuk mengikuti kesuksesan iklan awal. Target pemirsa adalah wanita, meski target pasar produk adalah pria.

Iklan yang dibintangi oleh Isaiah Mustafa ini memperlihatkan seorang pria yang berbicara dengan cepat, tanpa melepaskan pandangan mata dari kamera dengan sikap tak acuh. Berawal dari sang bintang iklan berbicara di bath tub, lalu berpindah ke perahu layar dan berakhir di atas kuda di sebuah pantai.

4. Our Blade Are F**king Great (DollarShaveClub.com)

Iklan yang dibintangi oleh pendiri perusahaan, Mike, yang berbicara selama satu setengah menit kepada audiens dengan tajam dan lucu sehingga tampak seperti komedi. Tayangan ini tonton lebih dari 25 juta viewers.

Iklan berbudget rendah ini  dibeli oleh Unilever Unilever yang mengakuisisinya dengan nilai USD1 miliar.

5. Subservient Chicken (Burger King)

Pertama kali muncul tahun 2004, tidak ada yang istimewa dalam iklan ini. Hanya ada seorang pria yang duduk di sofa dan seekor ayam raksasa. Pria itu memegang polaroid sambil memberitahukan apa yang harus dipakai. Namun kemudian iklan tersebut menjadi viral satu dekade kemudian, saat website itu kembali memunculkan iklan lama tersebut.

Kali ini, iklan tersebut membuat para pemirsa media sosial untuk berinteraksi langsung dengan si ayam raksasa. Viewers dapat meminta si ayam untuk melakukan apa yang diminta, seperti menari dengan hula hup, moonwalk, mematikan lampu dan lain sebagainya. Hasilnya, luar biasa. iklan ini berhasil merebut perhatian audiens.

6. The Campaign for Real Beauty (Dove)

Dove menciptakan kampanye yang bukan hanya menjual produk, tetapi juga mengubah pandangan masyarakat tentang kecantikan sejati. Kampanye ini sarat dengan pesan bahwa wanita terlahir cantik. Tidak peduli dengan warna kulit, jenis rambut, bentuk badan, memiliki kerutan atau lainnya yang selalu dianggap sebagai kekurangan.

Kampanye Dove yang menyentuh ini berhasil merebut hati pemirsa. Video ini ditonton oleh lebih dari 19 juta penonton. Selain itu, Dove juga sukses meningkatkan penjualannya hampir dua kali lipat sejak kampanye dimulai.

About author

Related Articles